- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
Angka Kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Anambas Tahun Ini Meningkat

MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Anambas, Adi Cahyadi mengatakan bahwa secara resmi setiap tahun Pemerintah mengeluarkan angka kemiskinan untuk Kabupaten Kota seluruh Indonesia pada akhir tahun. Kegiatan untuk menghitung angka kemiskinan makro yang secara umum menggambarkan persentase berasal dari survei sosial ekonomi nasional di seluruh Indonesia yang dilaksanakan setiap tahun pada bulan Maret.
"Salah satu dari survei tersebut menghasilkan angka kemiskinan, angka kemiskinan ini bisa dibandingkan antar seluruh Kabupaten Kota di Indonesia dan bisa dibandingkan dengan tahun sebelumnya," ucap Adi Cahyadi Kepala Badan Pusat Statiskik (BPS) Kabupaten Kepulauan Anambas pada Jumat, (16/06/2023) di ruangan kantornya yang beralamat di Jalan Soekarno Hatta, Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas.
Dia juga menjelaskan bahwa untuk menghitung angka kemiskinan tersebut bukan berdasarkan fasilitas ataupun infrastruktur melainkan berdasarkan pendekatan kilo kalori yang dikonsumsi masyarakat (Asupan makanan dan non makanan).
"Kita menghasilkan angka kemiskinan berdasarkan konsumsi makanan dan non makanan sehingga muncul juga garis kemiskinan makanan dan non makanan," ujarnya.
"Anambas ini menggunakan sampel 52 wilayah yang di observasi (Block Sensus), ini menghasilkan angka kemiskinan pada tahun 2022 sebesar 7,51% meningkat 0,42% dibandingkan tahun 2021," tambahnya.
Dia juga menyampaikan bahwa apabila di Agregatkan 7,51% tersebut, ada sekitar 3,29 ribu penduduk, meningkat 0,21 ribu penduduk dalam satu tahun terakhir.
Garis kemiskinan Kabupaten Kepulauan Anambas pada tahun 2022 tercatat sebesar Rp. 452.220/Kapita/Bulan dibandingkan dengan tahun 2021 yaitu sebesar Rp. 429.475/Kapita/Bulan.
"Garis itu menggambarkan kemahalan harga-harga kebutuhan pokok yang kita butuhkan baik itu makanan maupun non makanan. Kalau non makanan contohnya seperti sewa rumah, kan memang tinggi disini sewa rumah ataupun kos dan itu data fakta di lapangan hasil survei kami memang seperti itu," jelasnya.
Dia menyebutkan bahwa Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Kabupaten Kepulauan Anambas pada Tahun 2022 berada pada nilai 0,92 poin sementara Indeks Keparahan (P2) Kabupaten Kepulauan Anambas pada Tahun 2022 berada pada nilai 0,22 poin.
"Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) itu menggambarkan sejauh mana kedalaman kemiskinan yang ada di Anambas ini, Kemudian diantara penduduk miskin tersebut memiliki kemiripan karakter. Jadi tingkat keparahan kemiskinannya itu mirip-mirip," katanya.(Johanda).

















































