- Ekspansi ke Sumatera Utara, DFSK E5 Plus Tawarkan SUV Premium PHEV di Centre Point Mall Medan
- Bupati Tinjau Rencana Pembangunan Kantor Damkar dan BPBD Sibolangit
- Aksi Bersih-bersih Bupati Anambas bersama Ketua PKK di Taman Bermadah
- TNI-Pemkab Bangun Jembatan di Tumpatan Nibung, Sumur Bor di Emplasmen Kualanamu
- Wagub Surya Tawarkan Potensi Investasi Sumut kepada Duta Besar Belgia
- Satu Langkah Satu Kolaborasi, Bobby Nasution Pacu Enam BUMD Sumut Naik Kelas
- Bobby Nasution Pastikan Rumah Korban Puting Beliung di Medan Johor Dibangun Kembali
- UMKM Medan Dikurasi Uniqlo, Airin Waas Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global
- Rico Waas: Inovasi Jangan Sekadar Kejar Penghargaan, Harus Berdampak bagi Masyarakat
- Rico Waas Berbaur Bersama Warga di Gebyar Kemerdekaan Medan Kota
Angka Kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Anambas Tahun Ini Meningkat

MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Anambas, Adi Cahyadi mengatakan bahwa secara resmi setiap tahun Pemerintah mengeluarkan angka kemiskinan untuk Kabupaten Kota seluruh Indonesia pada akhir tahun. Kegiatan untuk menghitung angka kemiskinan makro yang secara umum menggambarkan persentase berasal dari survei sosial ekonomi nasional di seluruh Indonesia yang dilaksanakan setiap tahun pada bulan Maret.
"Salah satu dari survei tersebut menghasilkan angka kemiskinan, angka kemiskinan ini bisa dibandingkan antar seluruh Kabupaten Kota di Indonesia dan bisa dibandingkan dengan tahun sebelumnya," ucap Adi Cahyadi Kepala Badan Pusat Statiskik (BPS) Kabupaten Kepulauan Anambas pada Jumat, (16/06/2023) di ruangan kantornya yang beralamat di Jalan Soekarno Hatta, Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas.
Dia juga menjelaskan bahwa untuk menghitung angka kemiskinan tersebut bukan berdasarkan fasilitas ataupun infrastruktur melainkan berdasarkan pendekatan kilo kalori yang dikonsumsi masyarakat (Asupan makanan dan non makanan).
"Kita menghasilkan angka kemiskinan berdasarkan konsumsi makanan dan non makanan sehingga muncul juga garis kemiskinan makanan dan non makanan," ujarnya.
"Anambas ini menggunakan sampel 52 wilayah yang di observasi (Block Sensus), ini menghasilkan angka kemiskinan pada tahun 2022 sebesar 7,51% meningkat 0,42% dibandingkan tahun 2021," tambahnya.
Dia juga menyampaikan bahwa apabila di Agregatkan 7,51% tersebut, ada sekitar 3,29 ribu penduduk, meningkat 0,21 ribu penduduk dalam satu tahun terakhir.
Garis kemiskinan Kabupaten Kepulauan Anambas pada tahun 2022 tercatat sebesar Rp. 452.220/Kapita/Bulan dibandingkan dengan tahun 2021 yaitu sebesar Rp. 429.475/Kapita/Bulan.
"Garis itu menggambarkan kemahalan harga-harga kebutuhan pokok yang kita butuhkan baik itu makanan maupun non makanan. Kalau non makanan contohnya seperti sewa rumah, kan memang tinggi disini sewa rumah ataupun kos dan itu data fakta di lapangan hasil survei kami memang seperti itu," jelasnya.
Dia menyebutkan bahwa Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Kabupaten Kepulauan Anambas pada Tahun 2022 berada pada nilai 0,92 poin sementara Indeks Keparahan (P2) Kabupaten Kepulauan Anambas pada Tahun 2022 berada pada nilai 0,22 poin.
"Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) itu menggambarkan sejauh mana kedalaman kemiskinan yang ada di Anambas ini, Kemudian diantara penduduk miskin tersebut memiliki kemiripan karakter. Jadi tingkat keparahan kemiskinannya itu mirip-mirip," katanya.(Johanda).





































_jpg.jpg)

.jpg)













