- Klarifikasi Pemko Batam: Tidak Ada Pernah Persetujuan Berjualan di ROW, Proses Penertiban Sesuai Aturan
- Jelang Idhul Adha, DPPP Anambas Cek Kesehatan Hewan Qurban
- Rektorat USU Ngotot Kosongkan Gereja POUK, MUKI Sumut Bongkar Bukti Sah PGI
- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
- Bupati Aneng Apresiasi Program TMMD di Anambas
- Tolak Intervensi Kampus di Konflik Chapel USU, MUKI Minta Kementerian Turun Tangan
- Rumah Sakit Bertaraf Internasional Segera Hadir di Sumut, Bobby Nasution Harapkan Beri Pelayanan Maksimal
- Tanam Ganja di Balik Tembok, Pria di Tanjung Morawa Diciduk Polisi! 40 Batang Tinggi 2 Meter Disita
Angka Kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Anambas Tahun Ini Meningkat

MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Anambas, Adi Cahyadi mengatakan bahwa secara resmi setiap tahun Pemerintah mengeluarkan angka kemiskinan untuk Kabupaten Kota seluruh Indonesia pada akhir tahun. Kegiatan untuk menghitung angka kemiskinan makro yang secara umum menggambarkan persentase berasal dari survei sosial ekonomi nasional di seluruh Indonesia yang dilaksanakan setiap tahun pada bulan Maret.
"Salah satu dari survei tersebut menghasilkan angka kemiskinan, angka kemiskinan ini bisa dibandingkan antar seluruh Kabupaten Kota di Indonesia dan bisa dibandingkan dengan tahun sebelumnya," ucap Adi Cahyadi Kepala Badan Pusat Statiskik (BPS) Kabupaten Kepulauan Anambas pada Jumat, (16/06/2023) di ruangan kantornya yang beralamat di Jalan Soekarno Hatta, Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas.
Dia juga menjelaskan bahwa untuk menghitung angka kemiskinan tersebut bukan berdasarkan fasilitas ataupun infrastruktur melainkan berdasarkan pendekatan kilo kalori yang dikonsumsi masyarakat (Asupan makanan dan non makanan).
"Kita menghasilkan angka kemiskinan berdasarkan konsumsi makanan dan non makanan sehingga muncul juga garis kemiskinan makanan dan non makanan," ujarnya.
"Anambas ini menggunakan sampel 52 wilayah yang di observasi (Block Sensus), ini menghasilkan angka kemiskinan pada tahun 2022 sebesar 7,51% meningkat 0,42% dibandingkan tahun 2021," tambahnya.
Dia juga menyampaikan bahwa apabila di Agregatkan 7,51% tersebut, ada sekitar 3,29 ribu penduduk, meningkat 0,21 ribu penduduk dalam satu tahun terakhir.
Garis kemiskinan Kabupaten Kepulauan Anambas pada tahun 2022 tercatat sebesar Rp. 452.220/Kapita/Bulan dibandingkan dengan tahun 2021 yaitu sebesar Rp. 429.475/Kapita/Bulan.
"Garis itu menggambarkan kemahalan harga-harga kebutuhan pokok yang kita butuhkan baik itu makanan maupun non makanan. Kalau non makanan contohnya seperti sewa rumah, kan memang tinggi disini sewa rumah ataupun kos dan itu data fakta di lapangan hasil survei kami memang seperti itu," jelasnya.
Dia menyebutkan bahwa Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Kabupaten Kepulauan Anambas pada Tahun 2022 berada pada nilai 0,92 poin sementara Indeks Keparahan (P2) Kabupaten Kepulauan Anambas pada Tahun 2022 berada pada nilai 0,22 poin.
"Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) itu menggambarkan sejauh mana kedalaman kemiskinan yang ada di Anambas ini, Kemudian diantara penduduk miskin tersebut memiliki kemiripan karakter. Jadi tingkat keparahan kemiskinannya itu mirip-mirip," katanya.(Johanda).



















































