- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
AKBP I Gusti Ngurah Agung: Polres Anambas Komitmen dalam Berantas Peredaran Narkotika

Keterangan Gambar : Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di wilayah hukum nya
Penegasan itu disampaikan oleh I Gusti sebagai bentuk keseriusan Polres Anambas dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Dalam pernyataan I Gusti menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan peluang sedikit pun bagi pelaku penyalah guna dan pengedar narkoba, sekalipun itu melibatkan oknum internal polres Anambas
“Personel Polres Kepulauan Anambas jika ada yang berani pakai narkoba apalagi sampai menjadi pengedar, kami tindak tegas. tidak ada kompromi,” tegas I Gusti. (24/11/2025).
Ia menambahkan, sebagai penegak hukum, setiap anggota Polri wajib memahami aturan serta wajib menaati hukum yang mereka tegakkan.
“Karena personel Polri adalah penegak hukum dan aturan, jadi wajib paham hukum dan juga wajib menaati aturan hukum tersebut,” ujarnya.
Langkah langkah pengawasan internal dilakukan, mulai dari tes urine berkala hingga penindakan disiplin dan kode etik terus digencarkan untuk memastikan seluruh personel menjaga profesionalisme dan tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. (Ferenki/red).

















































