- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
- THM Bersedia Kerjasama Polisi Persempit Pergerakan Narkotika di Anambas
- Kajari Anambas Lantik Dua Pejabat Struktural
- Krisis Air Bersih, Kajari Anambas Terjun Langsung Bantu Distribusi Air kepada Warga
- Mutasi Kombes Pol Eddwi Kurniyanto yang Dekat dengan Masyarakat dan Anggotanya
Wakil Ketua KPPAD Anambas Kunjungi Sekolah, Pastikan Hak Pendidikan Anak Terpenuhi

Keterangan Gambar : Wakil Ketua KPPAD Anambas saat berkunjung ke sekolah di Palmatak
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Wakil Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepulauan Anambas, Yessi Susilawati, S.Pd melakukan kunjungan pengawasan terhadap beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas salah satunya sekolah yang ada di kecamatan Palmatak, Selasa (29/3/2022). Secara kualitas, pembelajaran jarak jauh pasti sangat berpengaruh pada kemampuan anak-anak dalam menerima dan memahami proses pembelajaran yang diberikan oleh para guru.
"Kita tahu bahwa keterbatasan ini, bukanlah semata terjadi pada Indonesia saja bahkan dunia luar pun ikut merasakan dampak yang kurang baik ini. Ditambah lagi dengan keterbatasan akses internet sehingga menyulitkan bagi sebagian masyarakat. Selama pembelajaran jarak jauh, mau tidak mau pihak orang tua harus menyediakan kuota internet untuk anaknya,"kata Yessi kepada media ini, Selasa (29/3/2022).
Dia menambahkan, untuk mensukseskan proses pembelajaran secara daring ini perlu semua pihak bersinergi. Inilah tujuan kita untuk melakukan pengawasan dengan turun langsung ke lapangan yaitu ke salah satu sekolah yang ada di Kecamatan Palmatak.
"Ada beberapa sekolah yang memang kesulitan dalam memberikan materi pelajaran dan tak jarang para guru mendatangi langsung dari rumah ke rumah demi terlaksananya pelaksanaan pembelajaran daring yang benar,"ujarnya.
Dia berharap dengan adanya penerapan PTM ini anak akan mendapatkan hak pendidikannya dengan baik dan benar sesuai dengan aturan undang-undang Perlindungan Anak. Salah satu kebijakan yang diambil pemerintah untuk menghindari kehilangan pembelajaran (learning loss) saat ini adalah dengan menggelar pendidikan tatap muka, namun masih dalam jumlah ataupun dengan kondisi yang terbatas.
"Sekolah bisa menjalankan proses pembelajaran tatap muka tetapi harus menjalankan beberapa macam ketentuan sesuai anjuran pemerintah seperti menjalankan protokol kesehatan dengan tetap menjaga jarak," ujarnya.
Menurutnya dengan menggunakan masker mencuci tangan secara rutin serta penerapan kebiasaan hidup bersih selama berada di lingkungan sekolah. Maka dari inilah peran dan tanggung jawab kami dalam upaya pengawasan di masa pandemi covid-19 untuk memastikan bahwa anak-anak senantiasa bisa mendapatkan pendidikan dengan baik. (red)















































