- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
- THM Bersedia Kerjasama Polisi Persempit Pergerakan Narkotika di Anambas
- Kajari Anambas Lantik Dua Pejabat Struktural
- Krisis Air Bersih, Kajari Anambas Terjun Langsung Bantu Distribusi Air kepada Warga
- Mutasi Kombes Pol Eddwi Kurniyanto yang Dekat dengan Masyarakat dan Anggotanya
- Merawat Marwah Pers dan Etika Publik: PWI dan SMSI Kepri Sikapi Dinamika Komunikasi Li Claudia
Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu

Keterangan Gambar : Penanaman mangrove di kawasan pantai Tanjung Uma, Lubuk Baja, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (27/9/2026). /1st
MELAYUNEWS.COM, BATAM - Langkah nyata untuk mendinginkan suasana sekaligus memperkuat persatuan masyarakat di Kota Batam terus digelorakan. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memprakarsai aksi hijau penanaman 1.000 batang mangrove yang dipadukan dengan bakti sosial pembagian sembako di kawasan pantai Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam.
Agenda bernuansa kebersamaan ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari belasan organisasi kemasyarakatan (ormas), salah satunya Pasukan Adat dan Marwah Gagak Hitam. Aksi kolaboratif ini dikemas sebagai pesan simbolis bahwa seluruh elemen masyarakat Batam siap menjaga daerah tetap aman, damai, dan kondusif bagi warga maupun iklim investasi pasca-dinamika yang sempat memanas beberapa waktu lalu.
Ketua DPD GRIB Jaya Kepri, Junaidi Eddy, menegaskan bahwa menjaga stabilitas keamanan Batam merupakan tanggung jawab bersama demi keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan sosial. Di samping itu, aksi penanaman mangrove ini juga merespons kian berkurangnya kawasan pesisir akibat pesatnya pembangunan daerah.
“Kita melihat saat ini cukup banyak kawasan mangrove yang berkurang akibat pengembangan wilayah. Melalui kegiatan ini, kita berharap keberadaan mangrove di Batam terus dijaga dan dilestarikan agar lingkungan tetap seimbang,” ujar Junaidi di sela-sela kegiatan, Minggu (27/9/2026).
Junaidi menambahkan, momen ini sengaja dimanfaatkan untuk merekatkan tali silaturahmi tanpa memandang latar belakang organisasi, suku, maupun agama.
“Harapan kita, Batam tetap kondusif. Berkumpulnya berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Batam adalah daerah yang aman, damai, dan sangat terbuka, termasuk bagi para investor,” tegasnya.
Respons positif juga datang dari Panglima Sambang Gagak Hitam, Udin Pelor. Menurutnya, inisiatif merangkul berbagai elemen di tengah kondisi Batam yang masih hangat merupakan langkah penting yang patut diapresiasi.
“Menyatukan perbedaan ras, suku, dan agama bukanlah hal yang mudah, terlebih setelah kejadian beberapa waktu lalu. Namun hari ini kita membuktikan, di Bumi Melayu ini tidak ada sekat. Kita semua adalah sesama anak bangsa yang berdiri di bawah naungan NKRI,” ujar Udin Pelor.
Ia menekankan bahwa perbedaan wadah organisasi tidak boleh menjadi penghalang untuk bergandengan tangan menjaga keamanan dan keutuhan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, para pimpinan ormas juga kompak menyuarakan apresiasi dan dukungan penuh terhadap jajaran Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polda Kepri dan Polresta Barelang, atas dedikasi mereka dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kepulauan Riau.
Rangkaian acara diawali dengan pengarahan teknis (edu briefing) tata cara penanaman mangrove oleh perwakilan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepri, Moh. Safet. Dilanjutkan dengan penyerahan bibit secara simbolis, penanaman bersama di garis pantai, ramah tamah, serta ditutup dengan penyerahan paket sembako kepada warga Tanjung Uma.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus DPD, DPC, PAC, Srikandi, dan Dewan Pengawas GRIB Jaya Kepri, perwakilan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BAPEDAS), Sekretaris DPD HKTI Wayan U Cakra, pihak Kelurahan Tanjung Uma, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta tokoh masyarakat setempat.
Selain itu, hadir pula perwakilan dari berbagai elemen lintas organisasi, di antaranya HNS, TAGANA Batam, Persaudaraan Masyarakat Dumai Permai, YBTM, PERMASA, GAMAT, TAJAM, Ikatan Keluarga Adonara (IKA), GMW, serta komunitas masyarakat MBTU Tanjung Uma. (Rls/red)














































