- Gandeng IZI, JNE Medan Dorong Pertumbuhan UMKM melalui Program Lapak Berkah
- DFSK Perkenalkan Emblem Baru Kenderaan Komersial di PEVS 2026, Tandai Penguatan Identitas Lini Produk
- Polda Kepri Tebar Sembako dan Silaturahmi, Warga Demak Siap Pertahankan Kondusivitas Batam
- Peringatan Sumpah Pemuda, Bupati Anambas Bacakan Amanat Menteri Pemuda dan Olahraga
- Sertifikat Lama Tak Berlaku Lagi, SMSI Kepri Wajibkan Anggota Daftar Ulang
- Dasboard SILINA MANJA Pemkab Anambas Resmi Diluncurkan, Kinerja Organsasi Semakin Terarah dan Terukur
- Perkuat Literasi, Ketua PWI Kepri Ajak Kepala Sekolah Batam Kolaborasi dengan Media
- Pemkab Anambas Berencana Gandeng SKK Migas untuk Penuhi Kebutuhan Listrik
- Bupati Anambas Tinjau Proses Bongkar Muat Mesin PLTD PLN Tarempa
- Listrik Sering Padam, Warga Anambas Geruduk Kantor ULP PLN Tarempa
Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap

Keterangan Gambar : Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Andy Arisandi (Ist)
MELAYUNEWS.COM, MEDAN - Sudah hampir sebulan berlalu, dalang di balik penyelundupan 15 kilogram sabu di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, tak kunjung terungkap. Sejauh ini, polisi baru menahan dua kurir, sementara pemasok dan penerima barang haram tersebut masih bebas berkeliaran.
Pengungkapan kasus ini bermula dari operasi penangkapan di Kecamatan Besitang, Langkat, pada 20 Agustus 2026 lalu. Saat itu, petugas menghentikan sebuah mobil towing berpelat BG 8589 LN yang sedang mengangkut motor Harley-Davidson.
Dari kendaraan tersebut, polisi menyita 15 kg sabu dan mengamankan dua pria berinisial HWW (45) dan PK. Belakangan diketahui, keduanya hanya berstatus sebagai sopir dan kernet yang ditugaskan mengantar barang haram itu ke tujuan tertentu.
"Sopir dan kernet sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Andy Arisandi, Rabu (16/9/2026).
Kedua kurir tersebut dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 UU Nomor 35 jo Pasal 20 huruf C UU Nomor 1 Tahun 2023. Namun, progres penyidikan tampak berhenti di level bawah.
Jejak Bandar Lewat HP Kurir
Tanda tanya besar kini mengarah pada perburuan sang pemasok. Padahal, saat penangkapan, polisi turut menyita alat komunikasi milik kedua kurir. Secara logika penyelidikan, ponsel tersebut seharusnya bisa menjadi petunjuk utama untuk melacak jejak percakapan antara kurir, pengirim, hingga penerima.
Sayangnya, hingga hari ini, Polda Sumut belum juga berhasil menembus jaringan atas kasus ini. Terkait hal tersebut, Kombes Andy hanya memberikan jawaban normatif dan menyebut kasusnya masih terus dikembangkan.
Saat dicecar lebih jauh mengenai apa kendala spesifik di lapangan yang membuat pemasok narkoba ini sulit ditangkap, Kombes Andy enggan memberikan jawaban.
Fakta menarik lainnya, motor Harley-Davidson yang turut diangkut oleh mobil towing bersamaan dengan belasan kilo sabu tersebut kini dikabarkan sudah diambil oleh pemiliknya. Sementara itu, siapa sosok pengirim dan bos besar di balik 15 kg sabu ini masih menjadi pekerjaan rumah yang belum diselesaikan Ditresnarkoba Polda Sumut.(HM)


















































