- Begini Dampak Positif MBG yang Dirasakan Masyarakat Anambas
- Hino Faisal: Jadikan Momentum Hari Kemerdekaan untuk Merajut Persatuan dan Kebersamaan Membangun Anambas
- Pesan Ketua Tim Penggerak PKK Memaknai Kemerdekaan dengan Penuh Tanggungjawab Menjaga Persatuan
- Bupati Anambas Ajak Warga Menjaga Persatuan dan Kebersamaan
- DPRD Anambas Paripurnakan Nota Kesepakatan Perubahan KUA PPAS
- Anggota DPRD Anambas Minta Pemerintah Gerak Cepat Bantu Warga Jemaja yang Krisis Air Bersih
- Wakil Wali Kota Medan Terima Audiensi Sultan Deli, Bahas Kenduri Diraja Hingga Revitalisasi Istana Maimun
- Perkuat Sinergitas dan Keterbukaan Informasi, Lanal Tarempa Gandeng Insan Pers
- Dayang Nan Tujuh Menggetarkan Gedung Kesenian Jakarta
- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
Begini Dampak Positif MBG yang Dirasakan Masyarakat Anambas

Keterangan Gambar : Erwin peternak ayam.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Dibalik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang setiap hari dinikmati anak-anak sekolah, tersimpan cerita sederhana tentang manfaat yang ikut dirasakan masyarakat pelaku usaha ternak.
Salah satunya Erwin, seorang peternak unggas yang sehari-harinya mengumpulkan limbah makanan dari SPPG Tarempa Barat dan kemudian diolah menjadi pakan ternak miliknya.
Dengan izin dari pihak SPPG, dirinya memanfaatkan limbah makanan dari SPPG seperti nasi, sayuran, hingga potongan buah-buahan yang tidak habis dikonsumsi untuk dijadikan tambahan pakan ternakny
Pria berbadan gempal tersebut mengaku limbah makanan dari SPPG Tarempa Barat itu akan dicampur dengan bahan bahan lainnya sebelum diberikan untuk ayam dan bebek miliknya.
"Kita masak dulu lalu dicampur dengan ampas kelapa, ampas tahu dan pakan pabrikan (pelet unggas)," jelas Erwin. Senin (17/08/2026).
Menurutnya, dengan adanya limbah makanan dari SPPG tersebut sangat membantu dirinya dalam mengurangi belanja pakan ternak.
"Sangat membantu ya, saya bisa menghemat sekitar 40% belanja pakan. Biasanya belanja pakan itu berkisar empat sampai lima juta rupiah per bulan," terang Erwin.
Hasil pantauan di lokasi, unggas dalam peternakan milik Erwin berjumlah ratusan ekor lebih yang terdiri dari ayam kampung, entok dan ayam kampung unggul.
"Untuk ayam kampung kisaran 100 ekor, entok ada 160 ekor dan ayam kampung unggul berkisar 150 ekor, " lanjutnya.
Ia berharap, program MBG dapatvterus berjalan karena manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh anak anak di sekolah, namun juga memberi berkat bagi peternak peternak kecil lokal.(Ferengki).
Editor: Jhon
















































