- Begini Dampak Positif MBG yang Dirasakan Masyarakat Anambas
- Hino Faisal: Jadikan Momentum Hari Kemerdekaan untuk Merajut Persatuan dan Kebersamaan Membangun Anambas
- Pesan Ketua Tim Penggerak PKK Memaknai Kemerdekaan dengan Penuh Tanggungjawab Menjaga Persatuan
- Bupati Anambas Ajak Warga Menjaga Persatuan dan Kebersamaan
- DPRD Anambas Paripurnakan Nota Kesepakatan Perubahan KUA PPAS
- Anggota DPRD Anambas Minta Pemerintah Gerak Cepat Bantu Warga Jemaja yang Krisis Air Bersih
- Wakil Wali Kota Medan Terima Audiensi Sultan Deli, Bahas Kenduri Diraja Hingga Revitalisasi Istana Maimun
- Perkuat Sinergitas dan Keterbukaan Informasi, Lanal Tarempa Gandeng Insan Pers
- Dayang Nan Tujuh Menggetarkan Gedung Kesenian Jakarta
- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
Tiga Pelajar Ditangkap Polisi Karena Menjambret

Keterangan Gambar : Korban jambret yang dilakukan oleh tiga pelajar. (Ist)
MELAYUNEWS.COM - Tiga orang pelajar kelas 1 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) diringkus polisi karena menjambret di wilayah Kecamatan Lubukbaja. Korbannya adalah pasangan suami-istri (pasutri) berinisial SN (46 tahun) dan MS (42 tahun).
“Iya bang sudah (pelaku jambret ketangkap, red),” kata Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Rangga Primazada singkat saat dihubungi lewat WhatsApp, Selasa (28/1/2025) malam.
Hal senada juga disampaikan Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Noval Adimas Ardianto.
Iptu Noval membenarkan bahwa kasus 365 atau pencurian dengan kekerasan (Curas) ini melibatkan anak di bawah umur sebagai pelakunya.
“Anak di bawah umur. Masing-masing berusia 16 tahun dan masih sekolah kelas 1 SMA di Batam,” ucapnya.
Dirangkum KoranBatam, ketiga pelajar menjambret pada Jumat (24/1). Korban saat itu dalam perjalanan pulang menggunakan sepeda motor dari arah Penuin sambil menggendong tas.
Sejurus kemudian, sekitar pukul 02.15 WIB, tas-nya diambil paksa oleh 3 pelaku di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Thrive, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Kampung Pelita.
SN mengalami luka di tangan dan pipi, sementara istrinya mengalami patah tulang bahu kanan serta luka di wajah usai terjatuh.
Atas peristiwa ini SN melapor ke pihak berwajib. Kemudian polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku di wilayah Kelurahan Tanjungsengkuang, Kecamatan Batu Ampar, sekira pukul 00.30 WIB.
Kini, polisi masih melakukan penyelidikan mendalam terkait perbuatan pelaku. Karena perbuatannya, pelaku ketiganya dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan terancam hukuman paling lama 9 tahun. (Red)

















































