- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
- THM Bersedia Kerjasama Polisi Persempit Pergerakan Narkotika di Anambas
- Kajari Anambas Lantik Dua Pejabat Struktural
- Krisis Air Bersih, Kajari Anambas Terjun Langsung Bantu Distribusi Air kepada Warga
Soal Timnas Israel di Piala Dunia U-20, Teguh Santosa: Jangan Terjebak Pikiran Usang

Keterangan Gambar : Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa (ist).
MELAYUNEWS.COM, JAKARTA — Masyarakat Indonesia diminta untuk tidak terprovokasi oleh pro kontra yang sedang berkembang terkait kehadiran timnas Israel di ajang Piala Dunia U-20 yang akan diselenggarakan di Jakarta tidak lama lagi.
Kehadiran timnas Israel tidak akan mengubah posisi Indonesia terhadap isu kemerdekaan dan pembebasan Palestina dari penjajahan dan pendudukan Israel yang masih berlangsung. Sikap menentang penjajahan di dunia masih menjadi kredo suci kemerdekaan Indonesia seperti tercantum di Pembukaan UUD 1945.
Di sisi lain, Indonesia berkewajiban menjalankan tugas masyarakat dunia menjadi tuan rumah dan penyelenggara Piala Dunia U-20 dengan sebaik mungkin. Penyelenggaraan Piala Dunia U-20 harus sukses seperti penyelenggaraan Asian Games 2018 yang lalu.
Demikian pokok pikiran pengamat hubungan luar negeri Teguh Santosa yang disampaikannya pada redaksi, Kamis (16/3).
“Ini bukan kali pertama delegasi Israel hadir dalam kegiatan internasional yang diselenggarakan di Indonesia. Sudah sering, baik yang terbuka, maupun tertutup,” ujar pengamat hubungan internasional Teguh Santosa dalam keterangannya, Kamis (16/3).
Dia mencontohkan, di bulan Maret tahun lalu ada empat politisi Israel yang hadir dalam pertemuan Inter-Parliament Union (IPU) di Bali. Mereka adalah Avi Dicter yang memimpin delegasi Israel, Nira Shpak, Liat Margalit, dan Hanan Rettman yang menjadi sekretaris delegasi.
“Tidak ada gelombang protes saat itu. Tidak juga ada keberatan dari pihak-pihak yang hari ini mempersoalkan kehadiran timnas Israel,” kata Teguh yang juga dosen Hubungan Internasional di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Menurut Teguh, masyarakat Indonesia harus mendorong lahirnya pendekatan-pendekatan baru dalam politik luar negeri Indonesia tanpa meninggalkan cita-cita luhur kemerdekaan bangsa dan negara.
“Kita jangan terjebak dalam pikiran-pikiran usang yang berangkat dari realita usang di masa lalu. Jangan sampai protes abadi kita atas penjajahan Israel terhadap Palestina diplintir oleh pihak-pihak yang tidak ingin kita maju menjadi kebencian atas agama dan ras tertentu. Ini tidak boleh terjadi,” kata Teguh yang pernah menjadi Ketua bidang Luar Negeri PP Pemuda Muhammadiyah dan Ketua bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Teguh mengingatkan Indonesia harus terus berdiri kokoh di atas prinsip-prinsip dan national interest di tengah perubahan landscape politik global yang tengah terjadi. Namun, jangan sampai melupakan ada banyak cara yang bisa dilakukan tanpa mengkhianati tujuan.
Dia mencontohkan kemampuan Republik Rakyat China beberapa waktu belakangan ini tampil sebagai pihak yang berhasil mengelola berbagai kepentingan yang berkembang di tengah gejolak politik dunia. Misalnya dalam upaya perdamaian Arab Saudi dan Iran belakangan ini.
Teguh berharap masyarakat Indonesia memberikan dukungan penuh pada penyelenggaraan Piala Dunia U-20 dan mendorong agar PSSI yang kini dipimpin Erick Thohir bekerja bersungguh-sungguh menjadi penyelenggara yang membanggakan.
“Dan juga penting, kita harus mendorong agar timnas Indonesia nanti tampil sebaik mungkin, menjadi kebanggaan kita semua,” demikian Teguh Santosa yang juga Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI). (red)















































