- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
- Polda Kepri Gelar Lomba Dayung Sampan dan Ketinting
- Penginapan RedDoorz Cikitsu Sempat Dikepung Massa Polisi Gerak Cepat
- Nekat! Warung Dekat Polsek Nongsa Dibobol Maling, 10 Tabung Elpiji 3 Kg Lenyap
SMSI Bintan dan GAN Kepri Lawan Premanisme Lewat Edukasi dan Kolaborasi

MELAYUNEWS.COM, TANJUNGPINANG — Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bintan, Ramdan, menjadi salah satu pemateri dalam diskusi Ngobrol Perkara Indonesia (Ngopi) yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat Gaung Anak Negeri (DPP GAN) Kepri, Rabu (28/5/2025).
Diskusi yang berlangsung di Kedai Kopi Batman, Tanjungpinang, ini mengangkat tema “Menggugat Premanisme di Era Digital” dan juga menghadirkan narasumber dari Polres Bintan, yakni Iptu Surya.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh LSM, perwakilan mahasiswa, serta pegiat media, sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye nasional anti-premanisme yang saat ini tengah digalakkan pemerintah.
Ketua GAN Kepri, Juandi, mengatakan bahwa premanisme merupakan fenomena sosial yang kompleks.
Menurutnya, praktik premanisme tidak hanya mengancam keamanan masyarakat, tetapi juga memengaruhi dinamika politik dan sosial secara luas.
"Dalam beberapa tahun terakhir, premanisme bahkan telah menjalar ke media sosial, menciptakan ruang baru bagi intimidasi dan kekerasan verbal. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan penanggulangan harus dilakukan secara menyeluruh dan kolaboratif," ungkap Juandi.
Sementara, Ketua SMSI Kabupaten Bintan, Ramdan menambahkan, diskusi ini bertujuan untuk menggali perspektif dari berbagai pihak guna mencari solusi konkret yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sosial dan digital masyarakat.
“Kami ingin membangun ruang diskusi yang aman, inklusif, dan produktif untuk mengedukasi masyarakat akan bahaya premanisme serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk mencegah dan menanggulanginya,” tambahnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang kolaborasi antara unsur masyarakat sipil, aparat kepolisian, dan media dalam memperkuat kesadaran kolektif terhadap isu premanisme yang kian berkembang, terutama di era digital yang serba terbuka.(red)




















































