- Star Energy dan KUFPEC Gelar Pelayanan Medis Gratis bagi Warga Jemaja
- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
Senada Visi Batam Dunia Bandar Madani, Wakil Walikota Batam Sampaikan Umat Muslim Jadikan Al-Quran Pedoman Hidup
Dorong Tumbuh Kembang Generasi Qurani

Keterangan Gambar : Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menutup STQ Seibeduk, Batam, Senin (1/3/2021) malam.
KORANBATAM.COM - Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, kerap menyampaikan agar muslim tetap menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup. Terlebih, kitab ini merupakan hudalinnas yang berarti petunjuk bagi umat manusia.
“Pada berbagai kesempatan saya selalu sampaikan, kita seyogyanya bersyukur telah dikarunai Al-Quran yang hebat dan luar biasa,” kata Amsakar, saat penutupan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Seibeduk, Batam, Senin (1/3/2021) malam.
Amsakar mendorong, saban hari muslim selalu membiasakan diri untuk membaca Al-Quran apapun latar belakang pekerjaan. Hal ini juga Amsakar yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran ( LPTQ) Kota Batam tujukan pada dirinya. Juga mendorong berkembangnya generasi qurani baik qori-qoriah maupun hafiz-hafizah atau para penghafal Al-Quran.
“Harapan yang dalam dari ini, semua bagaimana membumikan Al-Quran sehingga ikut mewujudkan impian kita menjadikan Batam Bandar Dunia Madani dapat digapai dan tercapai,” terangnya.
Ia menerangkan bahwa, STQ merupakan momentum syiar, yakni memberikan informasi yang lebih luas akan arti penting yang terkandung di dalam Al-Quran.
Terkandung di dalam Al-Quran, perihal larangan maupun perintah, yang baik dan tidak baik, maka disebut petunjuk bagi umat manusia.
Tidak hanya itu, Al-Quran tidak pernah bersebrangan dengan sains dan pernah ditulis Maurice Bucaille dalam salah satu bukunya yang diterbitkan pada tahun 1976. Buku tersebut menegaskan tidak ada kontradiksi antara Islam dan ilmu pengetahuan modern.
“Baru-baru ini, saya juga membaca salah satu buku yang ditulis Abu Ammar Dan Abu Fatiah Al-Adnani yaitu Negeri Negeri Penghafal Al-Quran. Bukunya bagus,” imbuhnya.
Dalam buku ini salah satunya disebutkan jutaan penghafal Al-Quran di dunia ini. Hal ini senada dengan janji Allah SWT perihal menjaga langsung keaslian Al-Quran hingga kelak hari akhir.
Selain itu, Amsakar menceritakan kisah masa awal keislaman seorang sahabat nabi yakni, Umar Bin Khatab RA, dalam satu riwayat.
Suatu ketika, Umar bin Khattab pergi ke tempat Nabi Muhammad SAW untuk membunuhnya. Namun di tengah perjalanan, ia bertemu dengan Nu’aim bin Abdullah. Mengetahui rencana Umar, Nu’aim menyarankan agar Umar agar membatalkan rencananya itu dan terlebih dahulu ke rumah adiknya Fatimah binti Khattab, dan iparnya, Sa’id bin Zaid bin Amr yang sudah masuk islam.
Umar lantas menuju ke rumah adiknya tersebut. Namun sesampai di rumah Fatimah, Umar mendengar Khabbab bin al-Arat sedang membacakan Al-Quran Surat Thaha kepada Fatimah dan Sa’id bin Zaid bin Amr.
“Karena surah ini, hati Umar tertegun dan menjadi lembut. Dia meminta adiknya untuk mengantar dirinya menjumpai rasul dan akhirnya masuk islam,” ucap Amsakar mengakhiri.
















































