- Beredar Info Bandar Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, APH Diminta Turun Tangan
- Wali Kota Medan Minta Pengurus ICMI Muda Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat
- Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Memperdalam Pengetahuan Budaya
- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
Sandiaga Uno Kunjungi Dekranasda Kota Batam, Sebut Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Keterangan Gambar : Menparekraf, Sandiaga Salahudin Uno (kiri, depan) saat melihat dan memegang langsung Batik Batam didampingi Ketua Dekranasda Kota Batam, Marlin Agustina Rudi (kanan, baju hijau motif batik) dan Walikota Batam, Muhammad Rudi (tengah, kemeja putih). (Foto : istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahudin Uno menyempatkan diri mengunjungi Dekranasda, disela kunjungan kerjanya di Kota Batam. Sandiaga datang mengenakan batik asli Batam dengan motif sirih junjung, warna biru muda. Disambut langsung oleh Ketua Dekranasda Kota Batam, Marlin Agustina Rudi dan juga Wali Kota Batam, Muhammad Rudi serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemko Batam.
“Batik Batam sangat nyaman dipakai dan sangat layak, kita kemas sebagai batik unggulan,” kata Sandiaga, Jumat (22/1/2021) kemarin.
Pihaknya yakin dengan produk yang dihasilkan pengrajin lokal, Batik Batam bisa masuk pasar ekspor. Kemenparekraf katanya, akan mendukung penuh pengembangan Batik Batam tersebut.
Pada kesempatan itu, Sandiaga juga memberikan apresiasi atas peran dan komitmen Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam yang selama ini mengakomodir serta melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
“Kemenparekraf tengah menyiapkan program beli kreatif lokal. Mudah-mudahan program ini juga bisa menjadi tempat untuk pengembangan Batik Batam,” katanya.
Sementara, Ketua Dekranasda Kota Batam Marlin Agustina Rudi mengatakan, saat ini di Kota Batam ada sekitar 20 pengrajin Batik Batam. Kemudian ada 16 hasil karya yang sudah memiliki hak intelektual.
Marlin juga menyampaikan Dekranasda memiliki banyak binaan pelaku UMKM dan juga pelaku ekonomi kreatif di Batam. Tak hanya Batik Batam saja tapi juga ada pengrajin tenun, songket dan lainnya.
“Salah satu lokasinya, ada di Pulau Ngenang, Nongsa,” katanya.
Saat ini di pulau tersebut, pihaknya juga melakukan pembinaan kepada penduduk setempat untuk membuat home stay. Sehingga para wisatawan yang datang nantinya bisa menginap di home stay yang dikelola langsung oleh masyarakat.
“Kita harap Kemenparekraf bisa terus mendukung kami. Karena salah satu kendala kami adalah keterbatasan pendanaan dan promosi,” ujarnya mengakhiri.
(ril)















































