- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
- THM Bersedia Kerjasama Polisi Persempit Pergerakan Narkotika di Anambas
- Kajari Anambas Lantik Dua Pejabat Struktural
- Krisis Air Bersih, Kajari Anambas Terjun Langsung Bantu Distribusi Air kepada Warga
Pemko Batam dan Forkopimda Perkuat Sinergisitas agar Pandemi Tak Meluas

Keterangan Gambar : Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dan Amsakar Achmad, serta Forkominda Batam mengikuti rapat penanganan Covid-19, Senin (3/5/2021).
KORANBATAM.COM - Pemerintah Kota (Pemko) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batam terus meningkatkan sinergisitas dalam menangani pandemi Covid-19 agar tak meluas. Langkahnya, memperketat protokol kesehatan.
Hal itu sebagaimana arahan Pemerintah Pusat dalam rapat koordinasi antara Kementerian terkait dengan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota se-Indonesia.
Di tingkat Kota Batam, rapat tersebut dihadiri Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dan Amsakar Achmad, Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Hang Nadim Letnan Kolonel (Letkol) Penerbang (Pnb) Iwan Setiawan, Komandan Batalyon (Danyon) Infanteri Marinir 10/Satria Bhumi Yudha (SBY) Letkol Marinir Alim Firdaus dan Forkopimda Batam.
“Pemda diminta untuk meningkatkan pengawasan terkait protokol kesehatan,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar, Senin (3/5/2021).
Dalam rapat tersebut juga dibahas terkait meningkatnya kasus positif yang terjadi di India. Karena itu, Indonesia tidak boleh lengah, jangan sampai momentum Lebaran Idulfitri membuat masyarakat mengabaikan protokol kesehatan.
Selain itu juga, terkait penanangan pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI), di mana Batam menjadi salah satu pintu masuk pulangnya Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Tanah Air. Mulai dari sampai di pelabuhan hingga karantina harus ditingkatkan pengawasannya.
“PMI karantina lima hari harus benar-benar dijalankan,” katanya.
Pemerintah Daerah (Pemda), kata Amsakar, juga diminta untuk mencermati grafik Covid-19. Kasus positif harus ditekan agar bisa menerun dan kasus yang sembuh bisa terus ditingkatkan.
“TNI dan Polri tadi juga diminta untuk meningkatkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro,” katanya.
(winter)















































