- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
- Kasus Penganiayaan di Rusun Polda Kepri Masuk Persidangan, Kuasa Hukum Tiga Tersangka Siapkan Pembelaan Maksimal
- Star Energy dan KUFPEC Gelar Pelayanan Medis Gratis bagi Warga Jemaja
- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
Kolektivitas Kunci Keberhasilan Pencegahan Stunting

Keterangan Gambar : Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, membuka kegiatan rembuk stunting tingkat Kota Batam Tahun 2021 yang digelar di Kantor Wali Kota Batam, Batamcenter, Senin (12/4/2021).
KORANBATAM.COM - Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, membuka kegiatan rembuk stunting (masalah kurang gizi kronis) tingkat Kota Batam Tahun 2021 yang digelar di Kantor Wali Kota Batam, Batamcenter, Senin (12/4/2021) siang. Rembuk yang diikuti para Lurah, Camat hingga kepala-kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) ini juga dihadiri Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batam, Nuryanto.
Rudi menyebutkan, keberhasilan penanganan stunting tergantung kerja bersama dan kerja keras pihak-pihak yang terkait. Jauh sebelum rembuk ini dilakukan, Rudi mengingat kembali kebijakannya perihal jemput bola pengurusan akta kelahiran. Korelasinya yakni Pemerintah Kota (Pemko) Batam mendapat data ibu-ibu hamil sehingga menjadi dasar penanganan dan pencegahan stunting.
“Melalui kegiatan ini saya kembali ingatkan tentang kebijakan itu. Saya perintahkan Assisten 1, Yusfa Hendri, untuk selesaikan ini. Kuncinya di lurah dan camat,” kata Rudi.
Rudi menilai, semua pihak tentu punya semangat yang sama untuk menuntaskan persoalan stunting, tak terkecuali dukungan dari DPRD Batam.
“Tinggal dijalankan saja, keberhasilan program ini tergantung kita semua,” kata Rudi.
Pada kesempatan ini, ia juga mengingatkan bahwa pandemi belum usai. Maka dari itu, kerja bersama juga perlu ditingkatkan dengan secara secara kolektif menjalankan protokol kesehatan dan ikut menyukseskan program vaksinasi. Jika Covid-19 usai ekonomi kembali pulih, alhasil program-program kemasyarakatan dapat terus ditingkatkan.
“Daftar tunggu investasi banyak sekali. Jika Covid hilang, mereka (investor) akan datang,” ucap Rudi yang juga Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Gayung bersambut, Ketua DPRD Batam menyambut baik kerja bersama menangani stunting di Kota Batam bahkan ia mengapresiasi Pemko Batam yang telah membentuk tim khusus program tersebut.
“Ini tugas kita semua. Yang paling penting kesiapan tim, siapkan perencanaan dan langkah yang jelas. DPRD sudah pasti akan mensupport,” kata Nuryanto.
Dalam laporannya, Assisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemko Batam, Yusfa Hendri, mengatakan, terkait penanganan stunting di Kota Batam Wali Kota Batam telah menandatangani surat pernyataan komitmen kepala daerah pada 21 September 2020 lalu tentang Penanganan Stunting Secara Terintegrasi.
Kemudian menerbitkan surat keputusan tertanggal 15 Februari 2021 tentang Tim Penanganan Stunting Kota Batam dengan Melibatkan Semua Unsur.
“Terkait rembuk stunting ini merupakan satu langkah penting untuk memastikan pencegahan dan penanganan stunting Kota Batam,” kata dia mengakhiri.
















































