- Bupati Anambas Koordinasi dengan Wakil Mendagri Bahas Tata Kelola Penguatan Pemerintahan
- Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
- Kasus Penganiayaan di Rusun Polda Kepri Masuk Persidangan, Kuasa Hukum Tiga Tersangka Siapkan Pembelaan Maksimal
- Star Energy dan KUFPEC Gelar Pelayanan Medis Gratis bagi Warga Jemaja
- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
Ketua Dekranasda Kota Batam Minta Disbudpar Kembangkan Homestay Pulau Ngenang

Keterangan Gambar : Ketua Dekranasda Kota Batam, Marlin Agustina Rudi bersama Analis Kebijakan Utama Kemendagri dan Pimpinan Yayasan Nona Asri Indonesia, saat kunjungan kerja di rumah tenun Pulau Ngenang. (Foto : istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam, Marlin Agustina Rudi meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam mengembangkan homestay di Pulau Ngenang, Nongsa. Tujuannya, untuk mengenalkan budaya masyarakat Ngenang kepada wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
“Bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, kita kembangkan homestay. Nanti turis bisa menginap di rumah penduduk, sekaligus mengenal budaya masyarakat Ngenang,” katanya, saat kunjungan bersama Analis Kebijakan Utama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Nata Irawan dan Pimpinan Yayasan Nona Asri Indonesia, Amanah Asri, Rabu (12/1/2021).
“Saya berterima kasih kepada masyarakat Pulau Ngenang yang ikut mengembangkan pulau ini dan Pemko (Pemerintah Kota) juga sangat mendukung kami,” tambahnya.
Pulau Ngenang, kata dia, punya lokasi yang strategis serta tak begitu jauh dengan pusat kota. Sehingga, akses ke kawasan ini mudah dijangkau.
“Batam merupakan pulau yang luas di Kepri, serta memiliki banyak pulau terluar yang berdekatan langsung dengan Singapura dan Malaysia, sehingga menjadi potensi untuk dikembangkan wisatanya. Ngenang merupakan kawasan pengembangan wisata selanjutnya,” terangnya.
Pulau Ngenang dikenal dengan pembuatan kain tenun dan kain batik Batam, sehingga dapat mengangkat ekonomi warga setempat. Dalam kunjungannya tersebut, Marlin juga menyempatkan melihat pembuatan Sarak Terong, salah satu masakan khas Melayu yang hingga kini masih menjadi masakan yang disajikan di acara kenduri atau pesta.
“Kita juga akan mengangkat wisata kuliner di Ngenang,” ujar dia.
Sementara, Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata mengatakan bahwa, akan segera merealisasikan inisiasi Ketua Dekranasda Kota Batam yakni menjadikan Pulau Ngenang sebagai tujuan wisata. Sebelumnya, Disbudpar juga sudah menggelar pelatihan tentang homestay kepada pelaku pariwisata.
“Siap, kita laksanakan untuk menggairahkan kembali pariwisata dan meningkatkan ekonomi warga,” ujar Ardi.
Ardi juga menyampaikan, akan terus mempromosikan dan mengembangkan Pulau Ngenang dan daerah lainnya.
“Setiap daerah di Kota Batam memiliki ciri khas wisatanya masing-masing, kita akan terus promosikan,” katanya.
Sementara itu, Analis Kebijakan Utama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Nata Irawan, melihat Pulau Ngenang berpotensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata.
Ia menyarankan, pengembangan homestay dan industri tenun serta batik, juga makin dikembangkan serta menjalin komunikasi dengan pemerintah.
“Membuat surat kepada Pemerintah Kota Batam sehingga memudahkan berkomunikasi dengan kementerian, di antaranya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud),” ujarnya.
Sumber: Disbudpar Batam















































