- Wali Kota Medan dan Dubes Belgia Gagas Kerja Sama Strategis
- Bobby Nasution Targetkan 5.000 Pelaku UMKM Sumut Dapat Sertifikat Halal
- Ekspansi ke Sumatera Utara, DFSK E5 Plus Tawarkan SUV Premium PHEV di Centre Point Mall Medan
- Bupati Tinjau Rencana Pembangunan Kantor Damkar dan BPBD Sibolangit
- Aksi Bersih-bersih Bupati Anambas bersama Ketua PKK di Taman Bermadah
- TNI-Pemkab Bangun Jembatan di Tumpatan Nibung, Sumur Bor di Emplasmen Kualanamu
- Wagub Surya Tawarkan Potensi Investasi Sumut kepada Duta Besar Belgia
- Satu Langkah Satu Kolaborasi, Bobby Nasution Pacu Enam BUMD Sumut Naik Kelas
- Bobby Nasution Pastikan Rumah Korban Puting Beliung di Medan Johor Dibangun Kembali
- UMKM Medan Dikurasi Uniqlo, Airin Waas Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global
Kepala Diskominfotik Anambas Jelaskan Penyebab Terjadinya Gangguan Layanan Internet di Pulau Jemaja

Keterangan Gambar : Kadis Kominfo, Japrizal.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Kepulauan Anambas angkat bicara terkait persoalan gangguan jaringan telekomunikasi baik Indihome maupun sinyal 4G yang menggunakan layanan internet di Pulau Jemaja.
Maka dari itu, Kepala Diskominfotik Anambas, Jeprizal pun melakukan koordinasi dan diskusi dengan pihak Telkom.
Berdasarkan hasil koordinasi dan diskusi tersebut, Jeprizal menyampaikan bahwa gangguan layanan internet di Pulau Jemaja itu disebabkan karena kabel laut milik Telkom mengalami blackout atau Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) terdeteksi putus di pertengahan bulan Juli 2024.
Untuk sementara ini, solusi pihak Telkom dalam mengatasi gangguan tersebut adalah dengan membackup secara tersterial menggunakan radio yang terhubung dengan tower backbone milik Moratel di Gunung Payung, Kecamatan Kute Siantan yang dipancarkan dari Kota Tarempa.
"Dengan backup inilah, suatu solusi agar sinyal di Jemaja tetap bisa hidup. Tapi dengan adanya kondisi backup ini tentu kapasitasnya berkurang sehingga layanan internet yang ada di Pulau Jemaja tidak maksimal melayani kebutuhan layanan sinyal 4G," ucap Jeprizal di Ruang Kerjanya, Kamis (15/8/2024).
Jeprizal juga mengungkapkan bahwa pada 13 Agustus 2024 lalu, tim perbaikan kabel SKKL dari Telkom telah datang ke Anambas dan menyampaikan bahwa proses perbaikan SKKL yang putus tersebut membutuhkan beberapa tahapan yang panjang, termasuk izin yang akan dilalui baik itu dari pemerintah pusat, provinsi maupun daerah.
"Salah satu tujuan kedatangan tim dari Telkom itu ialah menyampaikan beberapa izin yang telah dilalui, termasuk izin dari daerah, yang berkoordinasi dengan baik kepada instansi terkait sehingga tidak ada kendala lagi," ungkapnya.
Tak hanya itu, Jeprizal pun menjelaskan bahwa saat ini tim dari Telkom akan melakukan survei tahap awal di koordinat 39 kilometer dari Tarempa menuju Pulau Jemaja untuk memastikan kapal perbaikan dari Telkom akan bisa segera ke lokasi.
Kapal perbaikan dari Telkom tersebut akan berangkat apabila sudah memenuhi proses-proses perizinan sesuai dengan ketentuan berlaku dan estimasi kapal akan tiba di Perairan Anambas itu pada tanggal 16 Agustus 2024 nanti.
"Mudah-mudahan sesuai dengan target dan sesuai dengan estimasi, sehingga pekerjaan di akhir Agustus atau di awal September sudah selesai dilakukan penyambungan dan jaringan internet yang terhubung dengan SKKL dapat kembali normal," harapnya.
Kabel laut SKKL milik Telkom yang menghubungkan jaringan telekomunikasi Kota Tarempa-Pulau Matak dan Kota Tarempa-Pulau Jemaja ini adalah perluasan kebutuhan jaringan telekomunikasi yang dibangun Telkom atas kebutuhan perluasan jaringan telekomunikasi Backbone Palapa Ring Barat yang di bangun BAKTI-Kominfo Republik Indonesia Wilayah Barat Provinsi Kepulauan Riau dari Batam-Anambas-Nutuna sampai ke Pontianak Provinsi Kalimantan Barat.(Johanda).







































_jpg.jpg)

.jpg)











