- Ekspansi ke Sumatera Utara, DFSK E5 Plus Tawarkan SUV Premium PHEV di Centre Point Mall Medan
- Bupati Tinjau Rencana Pembangunan Kantor Damkar dan BPBD Sibolangit
- Aksi Bersih-bersih Bupati Anambas bersama Ketua PKK di Taman Bermadah
- TNI-Pemkab Bangun Jembatan di Tumpatan Nibung, Sumur Bor di Emplasmen Kualanamu
- Wagub Surya Tawarkan Potensi Investasi Sumut kepada Duta Besar Belgia
- Satu Langkah Satu Kolaborasi, Bobby Nasution Pacu Enam BUMD Sumut Naik Kelas
- Bobby Nasution Pastikan Rumah Korban Puting Beliung di Medan Johor Dibangun Kembali
- UMKM Medan Dikurasi Uniqlo, Airin Waas Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global
- Rico Waas: Inovasi Jangan Sekadar Kejar Penghargaan, Harus Berdampak bagi Masyarakat
- Rico Waas Berbaur Bersama Warga di Gebyar Kemerdekaan Medan Kota
Kapolsek, Kanit Intelkam Bengkong dan Nelayan Temukan Remaja Tenggelam di Alur Laut Tanjung Buntung

MELAYUNEWS.COM, BATAM - Seorang remaja meninggal dunia saat berenang bersama rekannya di alur laut Nelayan Tanjung Buntung. Peristiwa ini terjadi di Kecamatan Bengkong, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) Sabtu (18/4/2026) siang.
Berdasarkan data yang diterima, korban diketahui bernama Yezkiel (13 tahun), yang sebelumnya dilaporkan tenggelam saat korban berenang di sekitar lokasi kejadian. Namun, pada pukul 14.10 Wib korban diduga terseret arus dan tenggelam.
Menindaklanjuti laporan itu, Kepolisian Sektor (Polsek Bengkong) bersama sejumlah warga bergerak cepat mencari korban yang tenggelam tersebut menggunakan boat nelayan.
Upaya pencarian membuahkan hasil, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah 1 jam pencarian menggunakan speedboat milik nelayan.
Kapolsek Bengkong, Iptu Yuli Endra, S.K.K.K., membenarkan perihal kejadian tersebut. Dia mengatakan, jasad korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan setelah dievakuasi ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Tanjung Buntung.
“Iya benar, dan Alhamdulillah sudah ditemukan jasad korban. Tadi saya bersama Kanit Intelkam Polsek Bengkong, Ipda Achmad Fikri Ramadhona turun langsung mencari korban yang tenggelam dengan dibantu beberapa nelayan,” ucapnya dalam siaran tertulis kepada wartawan.
Atas peristiwa ini, Endra mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di perairan, terutama di sungai dengan arus yang bisa berubah secara tiba-tiba.
Masyarakat juga diingatkan untuk mengutamakan keselamatan, terutama bagi yang tidak bisa berenang serta menghindari aktivitas di sungai atau laut dengan arus deras.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di lokasi wisata, pantai atau aliran sungai.(iam)





































_jpg.jpg)

.jpg)













