- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
- THM Bersedia Kerjasama Polisi Persempit Pergerakan Narkotika di Anambas
- Kajari Anambas Lantik Dua Pejabat Struktural
- Krisis Air Bersih, Kajari Anambas Terjun Langsung Bantu Distribusi Air kepada Warga
Kapolri Berkunjung ke Rumah Dakwah Moderat, Bersama UAS Menjahit Persaudaraan

MELAYUNEWS. COM, PEKANBARU — Suasana hangat dan penuh persaudaraan menyelimuti sore Sabtu, 12 Juli 2025, di Pesantren Nurul Azhar, Yayasan Tabung Wakaf Umat (YTWU), Pekanbaru.
Di tengah aula asrama santri yang sederhana namun bersahaja, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., bersilaturahmi dengan Ustadz Abdul Somad (UAS) dan keluarga besar pesantren tersebut dalam acara yang bertajuk Sembang Petang.
Kunjungan Kapolri ini bukan sekadar agenda seremonial. Dalam suasana yang penuh keakraban, pantun bersahutan mengalir antara UAS, Gubernur Riau Abdul Wahid, dipandu cendekiawan Hendri Anak Rahman serta dua pemantun Melayu, Udin Semekot dan Heri Budiman.
Mereka saling bertukar canda dalam semangat kebangsaan yang menyatukan.
Tak hanya tokoh formal, ruang perjumpaan ini juga dihidupkan oleh ekspresi kebudayaan. Sastrawan Ramon Damora dan musisi Tatang Yudiansyah membawakan puisi “Doa Sebutir Jagung” diiringi tembang akustik “Bongkar” yang menggugah hati.
“Aku melihat niat baik yang ditanam pelan-pelan dengan baju dinas yang kini belajar membajak, dan sedikit rasa malu pada sejarah, karena dulu pernah kita biarkan negeri yang kaya ini dipenuhi lapar dan impor,” kata Ramon, lantang, mengapresiasi gerakan ketahanan pangan yang digagas Kapolri Sigit melalui panen raya jagung baru-baru ini.
Hadir pula filsuf publik Rocky Gerung yang tampil dengan busana Melayu lengkap, membacakan syair dan menyampaikan refleksi filosofis tentang pentingnya green policing yang saat ini diarusutamakan oleh Kapolda Riau, Irjen Pol. Herry Heryawan.
Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan rasa bahagia atas perjumpaan yang penuh makna ini.
“Saya senang bisa bersahabat dengan Tuan Guru Abdul Somad,” ujar Jenderal Sigit, seraya mengungkapkan harapan agar persahabatan tersebut menjadi bagian dari sinergi kebangsaan dalam membangun Indonesia yang inklusif dan damai.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara semua elemen bangsa dalam menjaga keutuhan sosial dan nilai-nilai kebangsaan.
Ustadz Abdul Somad menyambut hangat kehadiran Kapolri. “Ahlan wa sahlan, selamat datang dan selamat menjadi keluarga besar Pesantren Nurul Azhar,” ucap UAS.
Ia menegaskan, YTWU adalah lembaga dakwah yang berpijak pada prinsip moderasi dan keterbukaan, siap bersaudara di tengah perbedaan, dan berbeda dalam semangat persaudaraan.
“Yayasan Tabung Wakaf Umat senantiasa berkomitmen untuk berkhidmat kepada negara, berpihak pada kaum dhuafa, dan memperkuat gerakan dakwah yang damai dan sejuk,” lanjut dai bergelar Datuk Seri Ulama Setia Negara ini.
Sebagai bentuk nyata kepedulian, Kapolri menutup kunjungan tersebut dengan menyalurkan bantuan pendidikan kepada 200 anak yatim dan dhuafa dari kalangan santri serta masyarakat sekitar pesantren. (Red)















































