- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
- THM Bersedia Kerjasama Polisi Persempit Pergerakan Narkotika di Anambas
- Kajari Anambas Lantik Dua Pejabat Struktural
- Krisis Air Bersih, Kajari Anambas Terjun Langsung Bantu Distribusi Air kepada Warga
- Mutasi Kombes Pol Eddwi Kurniyanto yang Dekat dengan Masyarakat dan Anggotanya
- Merawat Marwah Pers dan Etika Publik: PWI dan SMSI Kepri Sikapi Dinamika Komunikasi Li Claudia
Kapolda Sumut Ikuti Gerakan 1.000 Tanda Tangan Gebyar Keselamatan Korlantas

Keterangan Gambar : Gebyar Keselamatan Korlantas Polri yang digelar Polda Sumut di Lapangan Astaka, Jalan Pancing, Kecamatan Medan Tembung, Sabtu (3/8)
MELAYUNEWS.COM, MEDAN - Gebyar Keselamatan Korlantas Polri yang digelar Polda Sumut di Lapangan Astaka, Jalan Pancing, Kecamatan Medan Tembung, Sabtu (3/8), sukses terlaksana.
Kegiatan bersama Korlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan, Pj Gubsu Agus Fatoni, Dirut PT Jasa Raharja Rivan serta para komunitas sepeda motor, Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, mengikuti gerakan 1.000 tanda tangan.
Dalam kegiatan Gebyar Keselamatan itu Korlantas Polri mengajak warga Sumatera Utara khususnya Kota Medan untuk tertib berlalu lintas untuk mengurangi angka kecelakaan. Pasalnya, Kota Medan peringkat ketujuh se-Indonesia tertinggi angka kecelakaan yang menelan korban jiwa maupun luka.
"Medan menjadi ranking ke-7 seluruh Indonesia. Dari data kita, setiap 3 jam ada menelan korban akibat terjadi lakalantas. Artinya ada kepala rumah tangga yang meninggal dunia. Jadi Medan menjadi salah satu sasaran kita," ucap Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Aan Suhanan.
Lanjut Aan, Kota Medan merupakan kota yang kelima diadakannya Gebyar Keselamatan ini. Kegiatan ini dilakukan karena meningkatnya angka kecelakaan belakangan ini. Dimana berdasarkan data Tahun 2022 ada 152 ribu lebih kecelakaan lalu lintas dan ada 27 ribu lebih korban.
"Berangkat dari situ kita bergerak untuk melakukan perubahan melakukan gebyar keselamatan untuk mengingat kan seluruh masyarakat Indonesia betapa pentingnya keselamatan lalu lintas ini," tambahnya," ujarnya
Selain kehilangan nyawa, Aan menuturkan kecelakaan lalulintas juga menelan kerugian ekonomi, dan berpotensi munculnya kemiskinan yang baru. "Karena paling besar korban lakalantas adalah kaum pria yang merupakan tulung punggung keluarga," tuturnya.
Untuk itu, ia mengajak kepada seluruh masyarakat tertib berlalulintas guna menekan angka kecelakaan. "Mari kita semarakkan dan sosialisasikan edukasi kepada masyarakat tentang tertib lalu lintas. Karena kecelakaan didasari dari pelanggaran lalu lintas," pungkasnya. (sp)















































