- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
- THM Bersedia Kerjasama Polisi Persempit Pergerakan Narkotika di Anambas
- Kajari Anambas Lantik Dua Pejabat Struktural
- Krisis Air Bersih, Kajari Anambas Terjun Langsung Bantu Distribusi Air kepada Warga
- Mutasi Kombes Pol Eddwi Kurniyanto yang Dekat dengan Masyarakat dan Anggotanya
Kadis BMSDA dan Kadis Pariwisata Kerjasama Mempercantik Museum Raja Ali Haji

Keterangan Gambar : Kadisbudpar Kota Batam, Ardiwinata (kanan) saat mendampingi Kadis BMSDA Kota Batam, Yumasnur (kiri) mengelilingi museum untuk melihat-lihat koleksi di Museum Batam Raja Ali Haji. (Foto: istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Kepala Dinas (Kadis) Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Batam, Yumasnur mengunjungi Museum Batam Raja Ali Haji, bertempat di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Kota Batam, Rabu (20/1/2021). Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Batam, Ardiwinata langsung mengajak mengelilingi museum.
Dalam diskusinya, Ardi berharap ada kerjasama dengan Dinas BMSDA untuk koleksi museum sehingga museum yang diresmikan (soft opening) 18 Desember 2020 berkembang dan menarik wisatawan.
“Kita terus menambah koleksi museum, Pak Yu (Kepala Dinas BMSDA Kota Batam) juga bisa ikut mengisi tata pamer museum,” kata Ardi.
Sambil melihat koleksi, Ardi menjelaskan tentang khazanah mulai dari Khazanah Riau Lingga, Khazanah Nong Isa, Masa Jepang serta koleksi yang dipajang seperti replika Cogan merupakan alat kebesaran Kerajaan Johor, Pahang, Riau, dan Lingga, dua (2) unit meriam yang didatangkan dari Belakang Padang, dan kemarik dari Dinasti Ming.
“Ini Pak Yu keramik dari laut diperkirakan berasal dari Dinasti Ming yang diperoleh dari kapal yang karam diperairan laut Pulau Batam,” terangnya.
Kemudian melanjutkan ke masa Kemerdekaan Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Riau (Kepri), Otorita Pertama, era BJ Habibie, Kota Administratif, masuk Sejarah Astaka, Khazanah Melayu, sampai infrastruktur atau era Batam sekarang.
Sementara, Kepala Dinas BMSDA Kota Batam, Yumasnur menilai Museum Batam menggambarkan kondisi Batam dari sampai kondisi sekarang.
“Saya melihat mengelilingi semua ruangan museum, penataannya bagus sekali termasuk yang disajikan di museum menggambarkan sejarah pembangunan Batam sebelumnya sampai kondisi sekarang,” ujar dia.
Menurutnya informasi tentang koleksi museum baik foto dan benda yang dipajang mudah dipahami. Ia mengapresiasi adanya khazanah infrastruktur yang menggambarkan pembangunan infrastruktur Kota Batam.
“Memang periode pimpinan kita sekarang mempercepat perubahan infrastruktur,n pengunjung bisa melihat Batam lima tahun sebelumnya di museum,” terangnya saya akan bantu menambah koleksi Museum,” ujarnya mengakhiri kunjungan.
(ril)















































