- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
- Kasus Penganiayaan di Rusun Polda Kepri Masuk Persidangan, Kuasa Hukum Tiga Tersangka Siapkan Pembelaan Maksimal
- Star Energy dan KUFPEC Gelar Pelayanan Medis Gratis bagi Warga Jemaja
- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
Jalan di Depan Masjid Sultan Ditata, Rudi: Akan Dibangun Lima Jalur

Keterangan Gambar : Wali Kota Batam, Muhammad Rudi (dua dari kiri, depan), saat meninjau langsung progres pengerjaan pelebaran jalan di depan Masjid Sultan Muhammad Riayat Syah, Kamis (17/6/2021).
KORANBATAM.COM - Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, meninjau penataan Simpang Fanindo (dekat MAN 1 Kota Batam) dan pelebaran jalan di depan Masjid Sultan Muhammad Riayat Syah.
“Simpang ini tidak jauh dari Masjid Sultan, makanya kita tata juga. Jalan dari depan masjid ke simpang ini, seperti yang saya sampaikan akan dibangun lima lajur dan sudah mulai dilakukan,” kata Rudi, Kamis (17/6/2021).
Seperti diketahui, Masjid Sultan kini telah menjadi salah satu destinasi wisata religi. Wisatawan kerap datang mengunjungi dan beribadah di masjid terbesar di Sumatera dan memiliki membran seperti Masjid Nabawi, Kota Madinah ini.
“Nah, kalau wisata sudah berkembang, akses jalan harus kita sempurnakan. Jika tidak, orang akan enggan datang,” imbuhnya.
Dari pembangunan yang dilakukan sekarang akan memiliki efek domino bagi Batam. dari kesejahteraan masyarakatnya hingga pembangunan berkelanjutan Batam ke depan.
“Wilayah ini menjadi tujuan wisata, pasti ekonomi akan bangkit ekonomi. Karena orang yang datang pasti butuh makan minum, butuh trasport, penginapan dan lain sebagainya,” papar Rudi.
Lanjut Rudi, Simpang Fanindo sendiri, penataannya meliputi penyesuaian elevasi jalan. Tidak lain, kata dia, pembangunan-pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah demi kebaikan masyarakat.
“Saya ingin berikan rasa nyaman kepada pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengendara,” kata dia.
Rudi berharap, empat atau lima tahun ke depan seluruh akses jalan se-Kota Batam sesuai yang ia cita-citakan kualitasnya terbaik se-Indonesia dapat terhubung secara utuh.
“Mudah-mudahan Allah SWT mengizinkan, Batam juga bakal punya jalan tol. Dari Batuampar ke Batamcenter lalu ke airport, dari sini sambungkan ke Jembatan Batam-Bintan (Babin). Jadi kalau mau ke Tanjungpinang bisa lewat jalan tol yang bebas hambatan,” ujarnya.
















































