- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
- THM Bersedia Kerjasama Polisi Persempit Pergerakan Narkotika di Anambas
- Kajari Anambas Lantik Dua Pejabat Struktural
- Krisis Air Bersih, Kajari Anambas Terjun Langsung Bantu Distribusi Air kepada Warga
- Mutasi Kombes Pol Eddwi Kurniyanto yang Dekat dengan Masyarakat dan Anggotanya
Dishub LH Anambas Imbau Masyarakat Tidak Pakai Mobil Lewat Jembatan SP

Keterangan Gambar : Jembatan Selayang Pandang (SP), Tarempa, Kepulauan Anambas.
KORANBATAM.COM - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kepulauan Anambas mengimbau kepada seluruh masyarakat bagi yang memiliki kendaraan roda empat (R4) agar tidak melintasi jembatan Selayang Pandang (SP) yang saat ini kondisinya sedang rawan. Sebab tiang-tiang SP 1 sudah berkarat jika dilalui oleh kendaraan roda empat dengan beban yang berat dikawatirkan jembatan bisa rubuh.
“Kita mengimbau kepada seluruh masyarakat yang memiliki kendaraan R4 atau mobil agar tidak melewati jembatan SP. Saat ini kondisi jembatan SP itu sedang kritis, sebab semua tiangnya sudah keropos,” kata Kepala Dishub Lingkungan Hidup (LH) Kepulauan Anambas, Ekodesi kepada wartawan, Senin (10/5/2021).

Keterangan gambar: Kepala Dishub LH Kepulauan Anambas, Ekodesi.
Ekodesi juga menambahkan bahwa, agar masyarakat bersabar menunggu proses pembangunan SP2 yang saat ini sedang dikerjakan sehingga masyarakat yang melintas akan merasa nyaman karena tiangnya kokoh dan bisa dinyatakan aman untuk dilalui dengan beban tertentu.
“Kita mengimbau agar masyarakat bersabar. Jika nanti jembatan SP 2 sudah selesai bisa dilalui oleh kendaraan roda empat namun dengan beban tertentu,” ujarnya.
Sebelumnya kata Ekodesi mengatakan, jembatan SP dibuat penghalang dari semen namun untuk kepentingan darurat tidak bisa dilalui kendaraan roda empat sehingga diputuskan dibuka. Namun dengan kesadaran masyarakat diharapkan agar tidak melalui jembatan SP dengan mobil jika itu bukan emergency (bahaya).
“Dulu sudah pernah dibuat penghalang dari semen, namun ketika darurat seperti ambulans mau membawa pasien itu kan mendesak sehingga dibuka. Tapi kalau tidak darurat sebaiknya jangan pakai mobil lah, pakai motor kan masih bisa dilalui,” ujarnya.
Dia mencontohkan kendaraan mobil Bupati dan Wakil Bupati Anambas tidak melalui jembatan tersebut, mobil keendaraan dibuat diseberang jembatan SP. Bahkan Bupati dan Wakil Bupati Anambas ketika melintasi jembatan SP itu menggunakan sepeda motor.
“Kita sebenarnya bisa mencontoh pak Bupati maupun pak wakil bupati selalu naik sepeda motor jika lewat SP. Mobil diparkir diseberang jembatan atau sebelum SP. Itu seharusnya bisa kita contoh,” ujarnya.
(jhon)















































