- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
- Polda Kepri Gelar Lomba Dayung Sampan dan Ketinting
- Penginapan RedDoorz Cikitsu Sempat Dikepung Massa Polisi Gerak Cepat
- Nekat! Warung Dekat Polsek Nongsa Dibobol Maling, 10 Tabung Elpiji 3 Kg Lenyap
Buka Koridor Perjalanan untuk Bangkitkan Ekonomi

Keterangan Gambar : Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad (tiga dari kiri, berdiri) bersama Kepala Disbudpar Batam, Ardiwianata (dua dari kiri), dan Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi (empat dari kiri), meninjau vaksinasi pelaku pariwisata, belum lama ini.
KORANBATAM.COM - Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, tidak memungkiri terpuruknya ekonomi Batam akibat pandemi Covid-19. Untuk itu, perlu langkah cepat untuk memulihkan ekonomi. Salah satunya, dengan membuka koridor perjalanan atau travel bubble.
“Ada tiga wilayah yang rencana membuka travel bubble, yakni Bali, Bintan, dan Batam,” katanya, Kamis (10/6/2021).
Ia mengatakan, sebelum membuka koridor perjalanan itu, tentu penanganan Covid-19 di Batam harus terkontrol terlebih dahulu. Bahkan, ia mensyaratkan 70 warga harus divaksin Covid-19 sebelum koridor perjalanan dibuka.
“Alhamdulillah vaksinasi terus digencarkan dan antusias warga sangat tinggi. Bahkan, semua pelaku pariwisata (laporan Kepala Disbudpar Batam) sudah divaksin,” katanya.
Amsakar juga beberapa kali meninjau langsung vaksinasi Covid-19 bagi pelaku pariwisata di Batam. Ia berharap, dengan langkah vaksinasi itu, penanganan Covid-19 lebih terkontrol dan mudah untuk ditangani.
“Kita sambut baik travel bubble ini dengan harapan ekonomi Batam bangkit lagi melalui sektor pariwisata,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwianata, mengatakan bahwa, travel bubble kian diminati beberapa negara untuk memulai kembali perjalanan lintas negara di tengah pandemi Covid-19. Ia mengatakan, penanganan Covid-19 terus dilakukan demi memberikan keyakinan negara luar terhadap Indonesia, khususnya Batam.
“Belum ada kepastian kapan dibuka koridor perjalanan. Namun, Batam sudah menargetkan 70 warga divaksin sebelum kebijakan itu diterapkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, travel bubble merupakan peluang bagi bisnis-bisnis untuk dibuka kembali. Terutama di sektor pariwisata, kata dia, sangat memerlukan pergerakan orang atau wisatawan.
“Semua sudah berjuang melawan Covid-19. Bahkan pelaku pariwisata sangat antusias menerima vaksin demi memulihkan pariwisata dan ekonomi Batam,” kata Ardi.




















































