- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
- THM Bersedia Kerjasama Polisi Persempit Pergerakan Narkotika di Anambas
- Kajari Anambas Lantik Dua Pejabat Struktural
- Krisis Air Bersih, Kajari Anambas Terjun Langsung Bantu Distribusi Air kepada Warga
BPJS Kesehatan Himbau FKTP Tingkatkan Implementasi Kontak Tidak Langsung

Keterangan Gambar : Pelayanan FKTP melalui Mobile.
KORANBATAM.COM - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Batam melalui Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer menyampaikan bahwa, fokus pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) pada tahun 2021 adalah kendali mutu dan kendali biaya.
Hal tersebut antara lain adalah keluhan pelayanan tanpa iur biaya, nilai Walk Through Audit (WTA) Kesan Pesan Setelah Layanan (KESSAN), pemanfaatan sistem antrean online BPJS Kesehatan, serta melaksanakan pelayanan kontak tidak langsung.
Yusrianto mengatakan, kontak tidak langsung merupakan salah satu kebijakan BPJS Kesehatan di masa pandemi. Hal ini juga telah didukung oleh berbagai inovasi digital seperti Mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang diharapkan dapat mengoptimalkan pencapaian kontak tidak langsung di masing-masing FKTP.
“Jadi FKTP digalakkan melaksanakan kontak tidak langsung kepada peserta JKN. Hal ini dapat dilakukan melalui Mobile JKN, Whatsapp, telegram, video conference atau media sosial lain untuk menjangkau peserta tanpa melakukan kontak langsung,” kata Yusrianto, Selasa (1/6/2021).
Kontak tidak langsung, katanya, dapat dilakukan kepada peserta yang sehat maupun sakit. Jenis layanan yang dapat dilakukan melalui kontak tidak langsung menurut Yusrianto adalah konsultasi promotif preventif, konsultasi pencegahan penyebaran Covid-19, serta konsultasi medis sesuai indikasi medis.
BPJS Kesehatan dalam hal ini memberikan apresiasi kepada Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Seipancur, Galang, Harapan Kita Puri Legenda, Casa Medical Utama dan Casa Medical Bengkong yang sudah mengimplementasikan kontak tidak langsung kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) baik yang sehat maupun yang sakit.
“Saya harap nanti dari salah satu FKTP ada yang bisa sharing upaya yang dilakukan dalam hal mengimplementasikan kontak tidak langsung dengan nilai yang cukup tinggi,” ujarnya.
Sementara, salah satu tenaga medis Klinik Harapan Kita Puri Legenda, dr. Asep, mengatakan, klinik tempatnya bekerja melakukan kontak tidak langsung melalui whatsapp kepada pasien.
“Jadi di setiap klinik Harapan Kita disediakan handphone untuk melayani konsultasi via whatsapp. Nah, di depan klinik sudah kita infokan bahwa konsultasi bisa via whatsapp jadi pasien bisa langsung whatsapp saja,” kata Asep.
Asep juga mengatakan, pasien yang menghubungi lewat whatsapp akan mendapatkan jawaban otomatis untuk mengisi data seperti nomor identitas pasien, nomor Kartu Indonesia Sehat (KIS), serta keluhan pasien. Kemudian dokter akan melakukan konsultasi dua arah dengan pasien.
“Konsultasi juga bisa via voice note dan voice call. Untuk pemberian obat, pasien tinggal ambil saja ke klinik,” ujarnya.
(Ilham)















































