- Keracunan Makanan, BGN Tutup Dapur MBG Desa Air Asuk
- Ayub: Pelabuhan Perikanan Antang Bakal Penambah PAD Anambas
- TMMD TNI Manunggal Mulai Digelar di Desa Mubur
- Pansus LKPJ Fokus Bahas Pendapatan Asli Daerah
- Bupati Aneng Berharap Media Jaga Nama Anambas dan Berkontribusi untuk Daerah
- Abdul Hakim Sarankan Perlunya Peningkatan SDM Pengoperasian Alkes di Anambas
- Ketua DPRD Anambas: Turnamen Sepakbola Berdampak Positif Terhadap Pelaku UMKM
- Jajaran Polsek Siantan dapat Pembekalan Bahasa Inggris
- Anggota DPRD Anambas Tinjau Pasien Korban Dugaan Keracunan Makanan di RSUD Palmatak
- Ungkap Kasus PMI Ilegal, Iptu Yuli Endra Terima Penghargaan Kapolresta Barelang
Wujudkan Batam Kota Transhipment, Kepala BP Batam: Dua Unit Gantry Crane Tiba Agustus Ini

Keterangan Gambar : Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam, Muhammad Rudi (tiga dari kiri), dan rombongan meninjau progress pengosongan dan pembersihan area Pelabuhan Batuampar, Senin (24/5/2021).
KORANBATAM.COM - Pasar alih muatan kapal atau transhipment di Selat Malaka sangat berpotensi. Cara merebutnya, dengan memiliki fasilitas pelabuhan memadai. Batam mulai bergerak, bahkan Pelabuhan Batuampar sedang dibenahi, hingga mampu meningkatkan kapasitas pelabuhan menjadi 2 juta TEUs dari 450 ribu TEUs.
Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, pengembangan fasilitas hingga alat di pelabuhan Batuampar terus digesa. Rencana, Agustus 2021 mendatang, dua unit Gantry Crane atau crane otomatis akan tiba di pelabuhan Batuampar, Batam, Kepulauan Riau (Kepri).
“Sekitar satu setengah tahun lagi, tambahan crane yang dibeli Badan Pengusahaan (BP) Batam juga akan tiba. Dengan crane manual saat ini, bongkar muat kotainer sekitar 8 TEUs per jam. Dengan crane baru, bisa 20 TEUs per jam,” katanya.
Pembenahan Pelabuhan Batuampar saat ini masih tahap pembongkaran gudang dan pemberihan puing-puing bangunan. Progresnya sudah mencapai 95 persen.
“Tidak hanya pelabuhan bongkar muat, tapi sistemnya kita benahi. Kita butuh crane yang bagus dan Agustus nanti sudah datang dua crane. Meskipun bukan baru, itu dari Pelindo II,” ujar Rudi.
Muhammad Rudi melanjutkan, dua crane modern (gantry crane) akan mengganti crane manual yang ada saat ini di Pelabuhan Batuampar. Kemudian, nantinya akan menyusul crane sejenis yang dibeli BP Batam. Sehingga, alat angkut atau crane yang tersedia lebih modern dan akan membuat proses bongkar muat lebih cepat.
“Kalau sistem angkut modern, proses bongkar muat akan mudah. Butuh hanya 2-3 menit, barang akan selesai bongkar. Kalau ini (manual) butuh sekitar 1 jam bongkar,” jelasnya.
Ia mengatakan, sistem tersebut akan mempermudah pengusaha dan ia optimistis dengan sistem mempercepat bongkar muat tersebut akan lebih efisien dan sangat menguntungkan bagi dunia usaha.
“Karena orang bisnis butuh waktu cepat, efisien. Makanya, pelabuhan kita ganti dari sistem bongkar muat manual ke otomatis,” kata dia.
Sementara itu, Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin, mengatakan, perluasan Pelabuhan Batuampar sedang dilakukan di bagian Utara dan Selatan. Di bagian Utara perluasan dilakukan 2 hektare. Sementara di Selatan, 10,4 hektare.
“Jadi totalnya 12,4 hektare. Nantinya, kapasitas pelabuhan pada tahun 2023, sekitar 2 juta TEUs. Sekarang 450 ribu TEUs per tahun,” ujarnya.
(ilham)


















































