Wali Kota Medan Tinjau Lokasi dan Temui Keluarga Korban Anak Hanyut di Sungai Deli
Reporter : MELAYUNEWS.COM 26 Mei 2025, 08:43:47 WIB TANAH DELI
Wali Kota Medan Tinjau Lokasi dan Temui Keluarga Korban Anak Hanyut di Sungai Deli

Keterangan Gambar : Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menemui orang tua korban anak hanyut yang terbawa arus di aliran Sungai Deli, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Minggu (25/5/2025).


MELAYUNEWS.COM, MEDAN - Sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian atas musibah yang terjadi, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menemui orang tua korban anak hanyut yang terbawa arus di aliran Sungai Deli, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Minggu (25/5/2025).

Kedua orang tua korban, Elisardi dan Sri, ditemui Rico Waas di posko pencarian di Jalan Karya Dalam. Korban hanyut bernama Tegar Eliyadi (16), yang tenggelam saat berenang bersama teman-temannya di Sungai Deli ketika hujan deras turun pada Sabtu (24/5) sore.

Dalam pertemuan itu, Rico Waas menyampaikan rasa duka dan keprihatinan yang mendalam atas musibah yang menimpa Tegar. Ia berharap kedua orang tua Tegar, yang merupakan warga Gang Perdamaian, Lingkungan V, Kelurahan Karang Berombak, dapat tabah menghadapi cobaan ini.

“Atas nama pribadi dan Pemko Medan, kami turut prihatin atas peristiwa yang terjadi terhadap anak Bapak dan Ibu. Kami akan terus melakukan pencarian hingga Tegar ditemukan. Mari kita doakan bersama, semoga Tuhan memberikan jalan terbaik bagi kita semua,” ujar Wali Kota Medan, Rico Waas.

Setelah menemui orang tua korban, Rico Waas bersama Anggota DPRD Medan Antonius D. Tumanggor, Kepala BPBD Kota Medan Yunita Sari, Sekretaris Dinas Sosial Fery Suhery, Camat Medan Barat Hendra Syahputra, dan Camat Medan Helvetia Junedi Lumban Gaol, meninjau langsung lokasi aliran Sungai Deli di Karang Berombak, tempat korban dilaporkan hanyut.

Dengan berjalan kaki, Wali Kota menyusuri aliran sungai dari titik tempat korban terakhir terlihat hingga lokasi awal korban berenang bersama teman-temannya.

Usai peninjauan, Rico Waas menyampaikan bahwa ia telah menginstruksikan kecamatan-kecamatan yang berada di sepanjang aliran Sungai Deli untuk memeriksa secara intensif pinggiran sungai di wilayah masing-masing.

“Saya sudah memerintahkan kecamatan dan kelurahan yang dilalui Sungai Deli, terutama di jalur tempat korban hanyut, untuk memeriksa sepanjang bibir sungai. Dimungkinkan korban tersangkut di salah satu titik. Pengecekan akan dilakukan hingga wilayah Belawan,” jelas Rico.

Meskipun korban diketahui berdomisili di Deli Serdang, Rico menegaskan Pemko Medan tetap melakukan pencarian secara maksimal, mengingat orang tua korban tinggal di Kota Medan.

“Kita baru tahu bahwa korban bukan warga Medan, tapi warga Deli Serdang. Namun, pencarian tetap kita lakukan karena orang tuanya berdomisili di sini. Pemko Medan juga akan berkoordinasi dengan Pemkab Deli Serdang. Apapun ceritanya, ini soal kemanusiaan,” tegas Rico Waas.

Ia menambahkan, pencarian dilakukan oleh BPBD Kota Medan bersama TNI-Polri dan berkoordinasi dengan Basarnas. Upaya pencarian akan terus dilakukan hingga malam hari, dan bila dalam tujuh hari belum ditemukan, pencarian tetap dilanjutkan sesuai prosedur.

Atas kejadian ini, Rico Waas mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar melarang anak-anak mereka berenang di sungai, karena sungai bukan diperuntukkan untuk tempat bermain atau berenang.

“Kami mengimbau masyarakat untuk melarang anak-anak berenang atau bermain di sungai. Apalagi saat ini cuaca sangat ekstrem, hujan deras, dan arus sungai sangat kuat. Ini sangat membahayakan,” kata Rico Waas, seraya berharap kejadian serupa tidak terulang.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari, menjelaskan bahwa Tegar hanyut setelah sebelumnya bermain dan berenang bersama teman-temannya di aliran sungai. Saat teman-temannya naik ke atas, Tegar justru menghanyutkan diri hingga mendekati rumahnya.

“Saat menghanyutkan diri, Tegar sempat meminta tolong. Awalnya teman-temannya mengira ia bercanda. Tapi setelah berulang kali meminta tolong dan terbawa arus, barulah mereka mencoba menolong, namun tidak berhasil,” jelas Yunita.

Menurutnya, pencarian sudah menjangkau aliran Sungai Deli di Kelurahan Kota Bangun, Medan Deli. Sesuai SOP, pencarian korban hanyut akan dilakukan selama tujuh hari sejak kejadian.

“Pencarian akan dilakukan selama tujuh hari ke depan, mulai dari pagi hingga sore. Jika dalam tujuh hari tidak ditemukan, maka pencarian akan dihentikan,” tutup Yunita. (sp)





Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

;