- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
- Polda Kepri Gelar Lomba Dayung Sampan dan Ketinting
- Penginapan RedDoorz Cikitsu Sempat Dikepung Massa Polisi Gerak Cepat
- Nekat! Warung Dekat Polsek Nongsa Dibobol Maling, 10 Tabung Elpiji 3 Kg Lenyap
Wakil Walikota Batam Tinjau Belajar Tatap Muka di Belakang Padang

Keterangan Gambar : Peninjauan oleh Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad (dua dari kiri, depan, berdiri) di sejumlah sekolah yang ada di Kecamatan Belakangpadang. (Foto : istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad meninjau langsung pembelajaran tatap muka di sejumlah sekolah yang ada di Kecamatan Belakangpadang. Ia ingin memastikan bahwa seluruh sekolah yang menerapkan sistem belajar tatap muka telah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Terutama yang paling penting adalah terkait dengan Protokol Kesehatan.
Pada kesempatan itu, ia juga memberikan motivasi kepada para siswa untuk terus semangat belajar. Meskipun dalam beberapa bulan terakhir sistem belajar mengajar dilakukan melalui online.
“Tadi kita lihat anak-anak ini semangat bisa kembali belajar di sekolah. Mereka katanya lebih senang belajar di sekolah daripada di rumah,” kata Amsakar usai meninjau, Rabu (6/1/2021).
Beberapa sekolah yang ditinjau, menurut dia, sudah memenuhi persyaratan, terutama terkait Protokol Kesehatan. Mulai siswa masuk sekolah hingga pulang sudah sesuai dengan yang dianjurkan Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Sebelum masuk sekolah siswa wajib menggunakan masker, kemudian cuci tangan dengan sabun dan air mengalir yang telah disiapkan di depan pintu gerbang sekolah.
“Kemudian di dalam sekolah, siswa di larang untuk berkerumunan. Jumlah siswanya juga dibatasi satu kelasnya,” katanya.
Sehingga menurut dia, setiap pelajaran memang tidak banyak. Jika jumlah siswanya setiap kelas berjumlah 36 maka akan dibagi menjadi dua (2) shift, dengan setiap shiftnya hanya 18 siswa.
“Setiap ganti mata pelajaran anak-anak tetap di kelas dan gurunya yang akan ganti,” katanya.
Amsakar mengajak orang tua siswa untuk sama-sama melakukan pengawasan kepada anak-anaknya. Terutama saat jam pulang sekolah, agar bisa dijemput orang tua siswa.
Tujuannya tentu adalah mencegah supaya anak-anak tidak berkeliaran saat jam sekolah. Untuk meningkatkan pengawasan di lapangan, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Polsek Belakangpadang.
“Nanti dari Kepolisian Sektor (Polsek) Belakangpadang dibantu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), Kecamatan, dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) akan melakukan rutin patroli di lapangan,” katanya mengakhiri.
(ril)




















































