- Beredar Info Bandar Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, APH Diminta Turun Tangan
- Wali Kota Medan Minta Pengurus ICMI Muda Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat
- Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Memperdalam Pengetahuan Budaya
- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
Wakil Walikota Batam Tinjau Belajar Tatap Muka di Belakang Padang

Keterangan Gambar : Peninjauan oleh Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad (dua dari kiri, depan, berdiri) di sejumlah sekolah yang ada di Kecamatan Belakangpadang. (Foto : istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad meninjau langsung pembelajaran tatap muka di sejumlah sekolah yang ada di Kecamatan Belakangpadang. Ia ingin memastikan bahwa seluruh sekolah yang menerapkan sistem belajar tatap muka telah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Terutama yang paling penting adalah terkait dengan Protokol Kesehatan.
Pada kesempatan itu, ia juga memberikan motivasi kepada para siswa untuk terus semangat belajar. Meskipun dalam beberapa bulan terakhir sistem belajar mengajar dilakukan melalui online.
“Tadi kita lihat anak-anak ini semangat bisa kembali belajar di sekolah. Mereka katanya lebih senang belajar di sekolah daripada di rumah,” kata Amsakar usai meninjau, Rabu (6/1/2021).
Beberapa sekolah yang ditinjau, menurut dia, sudah memenuhi persyaratan, terutama terkait Protokol Kesehatan. Mulai siswa masuk sekolah hingga pulang sudah sesuai dengan yang dianjurkan Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Sebelum masuk sekolah siswa wajib menggunakan masker, kemudian cuci tangan dengan sabun dan air mengalir yang telah disiapkan di depan pintu gerbang sekolah.
“Kemudian di dalam sekolah, siswa di larang untuk berkerumunan. Jumlah siswanya juga dibatasi satu kelasnya,” katanya.
Sehingga menurut dia, setiap pelajaran memang tidak banyak. Jika jumlah siswanya setiap kelas berjumlah 36 maka akan dibagi menjadi dua (2) shift, dengan setiap shiftnya hanya 18 siswa.
“Setiap ganti mata pelajaran anak-anak tetap di kelas dan gurunya yang akan ganti,” katanya.
Amsakar mengajak orang tua siswa untuk sama-sama melakukan pengawasan kepada anak-anaknya. Terutama saat jam pulang sekolah, agar bisa dijemput orang tua siswa.
Tujuannya tentu adalah mencegah supaya anak-anak tidak berkeliaran saat jam sekolah. Untuk meningkatkan pengawasan di lapangan, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Polsek Belakangpadang.
“Nanti dari Kepolisian Sektor (Polsek) Belakangpadang dibantu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), Kecamatan, dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) akan melakukan rutin patroli di lapangan,” katanya mengakhiri.
(ril)















































