- Beredar Info Bandar Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, APH Diminta Turun Tangan
- Wali Kota Medan Minta Pengurus ICMI Muda Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat
- Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Memperdalam Pengetahuan Budaya
- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
Wakil Walikota Batam Ingin Data Kemiskinan Valid

Keterangan Gambar : Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memimpin rapat penanganan kemiskinan di Batam, di Kantor Walikota Batam.
KORANBATAM.COM - Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, ingin data kemiskinan di Batam harus valid. Dengan memiliki data sahih, kebijakan pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan di Batam tepat sasaran.
“Kalau data salah, kebijakan akan tidak tentu arah,” ujar Amsakar yang juga menjabat sebagai Ketua Pengentasan Kemiskinan Kota Batam tersebut, Kamis (18/2/2021).
Amsakar mengaku, pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi program perlindungan dan jaminan sosial, kegiatan pengelolaan data fakir miskin cakupan daerah kabupaten/kota tahun 2021 Kota Batam digelar di Aula Engku Hamidah Kantor Walikota Batam, Rabu (17/2/2021) siang. Di hadapan pencacah, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Lurah dan Camat se-Kota Batam, Amsakar, mengatakan dalam menyelesaikan persoalan kemiskinan harus berangkat dari data yang benar.
“Persoalan data fakir miskin harus terselesaikan. Dalam hal ini pencacah menjadi lini terdepan mewujudkan target tersebut. Selain itu, koordinasi antara pencacah, TKSK, lurah hingga camat terus dilakukan dengan baik,” kata dia.
Amsakar menginstruksikan, capaian validasi data harus jelas dengan nama dan alamat. Kemudian, data yang ada dari pencacah diketahui Lurah maupun Camat.
“Ketepatan validasi data jangan sampai ada perbedaan data hingga ke tingkat bawah,” ujarnya.
Amsakar juga meminta warga yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) harus siap dipasang stiker khusus yang menandakan mereka terdaftar sebagai warga miskin.
“Siapkan stikernya dan warga yang datanya ada di DKTS akan dipasangi stiker di rumahnya,” imbuhnya.
Senada, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batam, Hasyimah, meminta pencacah harus bekerja dengan data yang benar, pencacah diminta terus koordinasi dengan TKSK, Lurah dan Camat.
“Data validasi dan verifikasi tidak bisa hanya diketahui pencacah saja, harus diketahui camat juga,” kata Hasyimah.















































