- Begini Dampak Positif MBG yang Dirasakan Masyarakat Anambas
- Hino Faisal: Jadikan Momentum Hari Kemerdekaan untuk Merajut Persatuan dan Kebersamaan Membangun Anambas
- Pesan Ketua Tim Penggerak PKK Memaknai Kemerdekaan dengan Penuh Tanggungjawab Menjaga Persatuan
- Bupati Anambas Ajak Warga Menjaga Persatuan dan Kebersamaan
- DPRD Anambas Paripurnakan Nota Kesepakatan Perubahan KUA PPAS
- Anggota DPRD Anambas Minta Pemerintah Gerak Cepat Bantu Warga Jemaja yang Krisis Air Bersih
- Wakil Wali Kota Medan Terima Audiensi Sultan Deli, Bahas Kenduri Diraja Hingga Revitalisasi Istana Maimun
- Perkuat Sinergitas dan Keterbukaan Informasi, Lanal Tarempa Gandeng Insan Pers
- Dayang Nan Tujuh Menggetarkan Gedung Kesenian Jakarta
- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
Sekda Batam Terima Penghargaan Pemantun Kehormatan

Keterangan Gambar : Jefridin Hamid, Sekretaris Daerah Kota Batam (kanan) saat menerima penghargaan sebagai pemantun kehormatan pada Anugerah Pantun Mutiara Budaya Indonesia 2020 di Ballroom Golden Prawn, Bengkong, Kota Batam, pada Minggu (27/12/2020) malam. (Foto : istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin Hamid didapuk sebagai penerima penghargaan sebagai pemantun kehormatan pada Anugerah Pantun Mutiara Budaya Indonesia 2020 di Ballroom Golden Prawn, Bengkong, Kota Batam, pada Minggu (27/12/2020) malam.
“Semoga budaya berpantun terus meningkat di tanah air kita. Menjunjung Budaya Mengangkat Marwah Bangsa,” harap Jefridin.
Pantun karya Jefridin dapat disaksikan di kanal YouTube, Rumah Seni Asnur. Sejauh ini telah ditonton lebih dari 48 ribu kali dan disukai lebih dari 12 ribu. Isi pantun begitu sarat makna. Diantaranya, pesan kepemimpinan dan pembangunan yang tidak melupakan budaya. Tidak hanya tersirat dalam bait pantun, visualisasi dalam video memperkaya pesan pantun tersebut.
“Sepatutnya rasa syukur panjatkan atas penghargaan ini dan terima kasih kepada yang menonton, me-like dan komen video Pantun Mutiara Budaya Indonesia, karya saya di youtube,” ucapnya.
Adapun pantun karya dan dibacakan Jefridin berbunyi sebagai berikut:
Jembatan Barelang Kokoh Berdiri, Tempat Wisata Batam Pesona. Jabatan Disandang Budaya Pagari, Amanat Terhimpun Pasti Terlaksana.
Masjid Sultan Megah Terbangun, Wahana Ibadah Wisata Reliji. Solid Visi Budaya Membangun, Sempurna Kerja Sudah Teruji.
Pulau Batam Banyak Penyair, Jadi Tempat Kenduri Melayu. Kalau Adat Sudah Terukir, Abadi Kuntum Takkan Layu.
Sungai Ladi Hutannya Lebat, Teratur Tertata Wana Bakti. Sebagai Tanda Orang Beradat, Tutur Terjaga Berbudi Pekerti.
Putri Batam Lembut Penyayang, Berkebaya Batik Motif Sekayu. Mari Jaga Pusaka Moyang, Kaya Dengan Budaya Melayu.
Sakti Kemilau Batam Terukir, Tercatat Sejarah Senarai Tersurat. Bukti Budaya Dijaga Penyair, Semangat Berkarya Batam Terangkat.
Anugerah Pantun Mutiara Budaya Indonesia tahun ini diikuti sebanyak 32 daerah se-Indonesia. Kota Batam sebagai tuan rumah sukses ikut menaja kegiatan bergengsi ini. Andil Pemerintah Kota (Pemko) Batam ikut menjaga budaya tak diragukan lagi. Secara khusus, bahkan telah terbit regulasi yang mengatur perihal ini yakni Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pemajuan Kebudayaan Melayu.
Tidak heran, pembangunan Batam tidak menanggalkan budaya. Untuk itu, Walikota Batam, Muhammad Rudi terus melestarikan budaya ini. Terlebih pantun telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada 17 Desember 2020, belum lama ini.
“Pantun ini budaya kita, bahkan sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) pada 17 Desember 2020 lalu. Mari lestarikan dan saya yakin kalau kita majukan kebudayaan, maka yang lain akan mengiringinya,” kata Rudi.
(ril)

















































