- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
- Polda Kepri Gelar Lomba Dayung Sampan dan Ketinting
- Penginapan RedDoorz Cikitsu Sempat Dikepung Massa Polisi Gerak Cepat
- Nekat! Warung Dekat Polsek Nongsa Dibobol Maling, 10 Tabung Elpiji 3 Kg Lenyap
Sekda Batam Terima Penghargaan Pemantun Kehormatan

Keterangan Gambar : Jefridin Hamid, Sekretaris Daerah Kota Batam (kanan) saat menerima penghargaan sebagai pemantun kehormatan pada Anugerah Pantun Mutiara Budaya Indonesia 2020 di Ballroom Golden Prawn, Bengkong, Kota Batam, pada Minggu (27/12/2020) malam. (Foto : istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin Hamid didapuk sebagai penerima penghargaan sebagai pemantun kehormatan pada Anugerah Pantun Mutiara Budaya Indonesia 2020 di Ballroom Golden Prawn, Bengkong, Kota Batam, pada Minggu (27/12/2020) malam.
“Semoga budaya berpantun terus meningkat di tanah air kita. Menjunjung Budaya Mengangkat Marwah Bangsa,” harap Jefridin.
Pantun karya Jefridin dapat disaksikan di kanal YouTube, Rumah Seni Asnur. Sejauh ini telah ditonton lebih dari 48 ribu kali dan disukai lebih dari 12 ribu. Isi pantun begitu sarat makna. Diantaranya, pesan kepemimpinan dan pembangunan yang tidak melupakan budaya. Tidak hanya tersirat dalam bait pantun, visualisasi dalam video memperkaya pesan pantun tersebut.
“Sepatutnya rasa syukur panjatkan atas penghargaan ini dan terima kasih kepada yang menonton, me-like dan komen video Pantun Mutiara Budaya Indonesia, karya saya di youtube,” ucapnya.
Adapun pantun karya dan dibacakan Jefridin berbunyi sebagai berikut:
Jembatan Barelang Kokoh Berdiri, Tempat Wisata Batam Pesona. Jabatan Disandang Budaya Pagari, Amanat Terhimpun Pasti Terlaksana.
Masjid Sultan Megah Terbangun, Wahana Ibadah Wisata Reliji. Solid Visi Budaya Membangun, Sempurna Kerja Sudah Teruji.
Pulau Batam Banyak Penyair, Jadi Tempat Kenduri Melayu. Kalau Adat Sudah Terukir, Abadi Kuntum Takkan Layu.
Sungai Ladi Hutannya Lebat, Teratur Tertata Wana Bakti. Sebagai Tanda Orang Beradat, Tutur Terjaga Berbudi Pekerti.
Putri Batam Lembut Penyayang, Berkebaya Batik Motif Sekayu. Mari Jaga Pusaka Moyang, Kaya Dengan Budaya Melayu.
Sakti Kemilau Batam Terukir, Tercatat Sejarah Senarai Tersurat. Bukti Budaya Dijaga Penyair, Semangat Berkarya Batam Terangkat.
Anugerah Pantun Mutiara Budaya Indonesia tahun ini diikuti sebanyak 32 daerah se-Indonesia. Kota Batam sebagai tuan rumah sukses ikut menaja kegiatan bergengsi ini. Andil Pemerintah Kota (Pemko) Batam ikut menjaga budaya tak diragukan lagi. Secara khusus, bahkan telah terbit regulasi yang mengatur perihal ini yakni Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pemajuan Kebudayaan Melayu.
Tidak heran, pembangunan Batam tidak menanggalkan budaya. Untuk itu, Walikota Batam, Muhammad Rudi terus melestarikan budaya ini. Terlebih pantun telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada 17 Desember 2020, belum lama ini.
“Pantun ini budaya kita, bahkan sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) pada 17 Desember 2020 lalu. Mari lestarikan dan saya yakin kalau kita majukan kebudayaan, maka yang lain akan mengiringinya,” kata Rudi.
(ril)




















































