Sejumlah Massa Geruduk Lanal Tarempa, Minta Bebaskan ABK yang Ditahan
Reporter : MELAYUNEWS.COM 01 Nov 2022, 22:51:20 WIB ANAMBAS
Sejumlah Massa Geruduk Lanal Tarempa, Minta Bebaskan ABK yang Ditahan

Keterangan Gambar : Sejumlah massa melakukan aksi anarkis di depan Mako Lanal Tarempa saat simulasi, Selasa (1/11/2022).


MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Sejumlah massa terdiri dari dari keluarga ABK Kapal KM. Bahari dan Aliansi Peduli Masyarakat Nelayan Maritim ( Apel Malam ) Anambas mendatangi Mako Lanal Tarempa melakukan aksi unjuk rasa buntut dari ditangkapnya KM. Bahari oleh Lanal Tarempa karena pada saat berlayar tidak dilengkapi dengan dokumen sebagaimana mestinya, selain itu ABK kapal adalah merupakan warga Kabupaten Kepulauan Anambas.  

Pada tanggal 01 Nopember 2022 pukul 06.35 WIB, Tim Intelijen Lanal Tarempa memberikan Informasi bahwa pada hari ini, Selasa 01 November 2022,  termonitor rencana pergerakan massa ke Mako Lanal Tarempa dengan jumlah lebih kurang 50 orang yang tergabung dalam Aliansi Peduli Masyarakat Nelayan Maritim (Apel Malam) Anambas, dipimpin oleh Abidin Sentosa. Mereka akan berunjuk rasa dan melakukan orasi dengan tuntutan pembebasan para ABK KM. Bahari yang telah ditahan oleh Lanal Tarempa beberapa waktu lalu. 

Atas informasi tersebut, Danlanal Tarempa Letkol Laut (P) Yovan Ardhianto Yusuf, S.E., M.Tr.Opsla memerintahkan kepada Perwira Jaga untuk mensiagakan Pasukan Penindakan Huru Hara (Dakhura) yang dimiliki Lanal Tarempa.

Beberapa saat kemudian, massa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Masyarakat Nelayan Maritim Anambas dan keluarga ABK KM. Bahari tiba di depan Mako Lanal Tarempa dengan membawa spanduk dan berorasi menuntut pembebasan ABK KM. Bahari.

Satu Pleton Tim Dhakura Lanal Tarempa lengkap dengan peralatannya, yang sebelumnya sudah disiagakan di halaman Mako Lanal Tarempa, langsung menahan aksi massa tersebut.

Para pengunjuk rasa sudah mulai bertindak anarkis, Sebab Abidin Sentosa sebagai pimpinan massa dan beberapa orang perwakilan demonstran diminta oleh pihak Lanal Tarempa untuk bermusyawarah atau melakukan mediasi. Saat dilaksanakan mediasi, Perwakilan Demonstran tetap bersikeras untuk membebaskan para ABK KM. Bahari tanpa melalui proses hukum, walaupun dari pihak Lanal sudah berupaya menjelaskan bahwa  akan terlebih dahulu melaksanakan proses hukum yang berlaku.

Proses mediasi tidak berlangsung dengan baik atau gagal, mengetahui hasil mediasi gagal, para pengunjuk rasa semakin emosi dan melakukan tindakan anarkis, sehingga Tim Dakura melakukan penghalauan dan akhirnya membubarkan diri. 

Demikian bagian dari skenario dalam pelaksanaan latihan Penidakan Huru Hara (Dakhura) yang dilaksanakan eh Personel Lanal Tarempa.

Komandan Lanal Tarempa, Letkol Laut (P) Yovan Ardhianto Ysuf, S.E., M. Tr. Opsla, mengatakan, Latihan Dhakura ini, rutin dilaksanakan, dengan adanya latihan seperti ini, bisa melihat kesiapan Prajurit dalam menghadapi segala ancaman, tidak hanya menghadapi ancaman dari musuh tetapi juga menghadapi masyarakat yang notabene harus kita lindungi dan ayomi. 

"Dengan latihan ini kemampuan secara individu dan Tim Personel tetap terjaga dan terasah serta tidak salah dalam bertindak di lapangan," kata Danlanal Tarempa. 

Perlu diketahui, kegiatan ini adalah semata-mata latihan, tidak ada maksud untuk menyinggung pihak lain, apalagi masyarakat Anambas, karena masyarakat Anambas adalah masyarakat yang sadar dan taat hukum, jadi hal demikian kecil kemungkinan terjadi di Anambas. 

"Warga Anambas yang kami kenal selama ini taat hukum namun sebagai aparat kita selalu berjaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan. Selain itu untuk mengasah kemampuan prajurit dan kami juga ucapkan terima kasih kepada warga yang telah berpartisipasi suksesnya latihan ini, "katanya. 

Pada saat simulasi tersebut walaupun terlihat ada aksi anarkis namun masih bisa dikendalikan dan tetap mengutamakan keselamatan para peserta latihan. (red ) 





Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

;