- Ini Penjelasan Panpel AFF Sumut Soal Stadion Teladan Gelar Laga Tanpa Penonton di 2026
- Siloam Medan Clinical Update 2026 Perkuat Standar Penanganan Stroke dan Neurovaskular di Indonesia
- Idul Adha 1447 H, PT Raya Padang Langkat Salurkan Hewan Kurban di Langkat dan Aceh Tamiang
- Makin Panas! Rektorat USU Dituding Campuri Urusan Gereja, Stafsus Menag Diminta Turun ke Medan
- Klarifikasi Pemko Batam: Tidak Ada Pernah Persetujuan Berjualan di ROW, Proses Penertiban Sesuai Aturan
- Jelang Idhul Adha, DPPP Anambas Cek Kesehatan Hewan Qurban
- Rektorat USU Ngotot Kosongkan Gereja POUK, MUKI Sumut Bongkar Bukti Sah PGI
- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
Sanggar Seni Paraguna dari Paguyuban Pasundan Meriahkan Grand Opening Pujasera Ganet Indah

Keterangan Gambar : Penampilan dari sanggar seni Paraguna Paguyuban Pasundan Kota Tanjungpinang di acara Grand Opening Pujasera Ganet Indah di BT 10, Kota Tanjungpinang Timur, pada Senin (1/2/2021). /1st
KORANBATAM.COM, TANJUNGPINANG - Tim Arumba Sanggar Seni Paraguna Paguyuban Pasundan Kota Tanjungpinang yang diketuai oleh Iyus ikut tampil memeriahkan Grand Opening Pujasera Ganet Indah di BT 10, Kota Tanjungpinang Timur, pada Senin (1/2/2021).
Ketua Sanggar Seni Paraguna, Iyus mengatakan bahwa, penampilan Tim Arumba Ini diinisiasi oleh Owner Pujasera Ganet yang menginginkan sanggar seni Paraguna untuk bisa Tampil memeriahkan Grand Opening ini.
“Alhamdulillah, kita semua (Tim Arumba) bisa support acara ini (Grand Opening Pujasera Ganet Indah) dengan menampilkan kolaborasi alat musik tradisional Sunda dan moderen dengan melantunkan lagu-lagu jenis dangdut, pop, dan sunda yang enak didengar,” ujar Kang Iyus, sapaan akrabnya.
Terpisah, Arief Gunawan, selaku Wakil Ketua Paguyuban Pasundan Kota Tanjungpinang menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pelaku seni Paraguna karena telah menampilkan dan mempertontonkan budaya sunda di tanah Melayu ini dengan baik.
“Walaupun baru seumur jagung, tetapi para pelaku seni ini bersemangat sekali untuk melestarikan budaya sunda di perantauan (Tanjungpinang),” ujar Kang Arief, sebutan yang lebih dikenal.
Informasi yang diterima melalui humas Paguyuban Pasundan Kota Tanjungpinang, sanggar seni Paraguna ini baru berdiri sejak lima bulan lalu, tepatnya pada tanggal 20 September 2020 yang diresmikan oleh Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Sanggar ini bertempat di Jalan Raja Ali Haji Fisabilillah, Bt 8 Atas, Komplek Ruko Pinang Mas Residence, Blok A, Nomor 32, Tanjungpinang.
Para pelaku seni di Sanggar Paraguna Paguyuban Pasundan Kota Tanjungpinang ini berasal dari masyarakat sunda yang ada di Kota Tanjungpinang dan ada juga warga masyarakat lainnya yang ikut tergabung didalamnya.
Adapun sumber daya Seni yang ada di sanggar ini cukup beragam, yakni Arumba, Calung, Angklung, Jaipongan, Rampak Sekar, Degung, Sisingaan dan yang paling apik adalah upacara adat tradisi penyambutan khas Pasundan untuk acara nikahan dan penyambutan tamu.
(ilham)


















































