- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
- Polda Kepri Gelar Lomba Dayung Sampan dan Ketinting
- Penginapan RedDoorz Cikitsu Sempat Dikepung Massa Polisi Gerak Cepat
- Nekat! Warung Dekat Polsek Nongsa Dibobol Maling, 10 Tabung Elpiji 3 Kg Lenyap
Relawan Jokowi Minta GM Pertamina Regional Sumut Proaktif Terima Laporan Masyarakat

Keterangan Gambar : Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Utara di Jalan Putri Hijau, Medan Sumatera Utara (Foto : Heryanson Munthe 25/5/2023)
MELAYUNEWS.COM, MEDAN - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak Subsidi menjadi perhatian khusus relawan Jokowi di Sumatera Utara. Adanya dugaan penyimpangan distribusi BBM bersubisidi ini membuat masyarakat yang seyogianya mudah mendapatkan BBM menjadi sulit. Tak jarang antrian BBM, khususnya jenis Solar mengantri panjang di sejumlah SPBU.
Hal ini dikemukakan Heryanson Munthe, Koordinator Rumah Aspirasi Jokowi Maaruf Amin 2019 saat gelar temu pers di Medan, Jumat, 25 Mei 2023.
"Berdasarkan informasi dari masyarakat, kita melakukan pengamatan dan mengumpulkan bukti adanya dugaan penyelewengan BBM bersubsidi tersebut, tentu untuk mengetahui apakah hal tersebut bentuk penyelewengan atau tidak tentu harus bekerjasama dengan pihak Pertamina," ujar Heryanson.
Ia berharap Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Utara terus dapat meningkatkan pengawasan, termasuk menerima laporan masyarakat, agar penjualan BBM bersubsidi tepat sasaran.
Ia juga menyesalkan tindakan salah seorang yang mengaku bagian dari staff humas menyuruh membuat laporan Polisi.
Sebelumnya, saat mendatangi kantor Pertamina Regional Sumut, ia mengaku sudah konfirmasi dan bertemu dengan Humas pukul 14.00 WIB, namun saat mendatangi kembali tidak bertemu dengan alasan sedang diluar.
"Sebelumnya kita sudah janjian dengan pak Taufik, namun saat kita datang ke kantornya, kita hanya diterima oleh Satpam, dan salah seorang yang dihubungi Satpam yang mengaku staff malah menyuruh kita buat laporan ke poisi dulu," ujarnya.
Ia juga menyesalkan tindakan Humas yang menurutnya tidak proaktif menerima masukan masyarakat.
" Kita akan minta kepada General Manager Patra Niaga Regional Sumut untuk mencopot Humas dan staff nya bila tidak proaktif melayani dan berkomunikasi dengan masyarakat. Bila nanti tidak juga tembus kita akan teruskan ke Pertamina Pusat," ujarnya.
Ia mengaku sudah menyurati Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut.
Diketahui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menghimbau masyarakat untuk ikut mengawasi dan melaporkan apabila menemukan penyimpangan-penyimpangan dalam penyaluran dan pemakaian BBM subsidi. (SP)/PE




















































