- Begini Dampak Positif MBG yang Dirasakan Masyarakat Anambas
- Hino Faisal: Jadikan Momentum Hari Kemerdekaan untuk Merajut Persatuan dan Kebersamaan Membangun Anambas
- Pesan Ketua Tim Penggerak PKK Memaknai Kemerdekaan dengan Penuh Tanggungjawab Menjaga Persatuan
- Bupati Anambas Ajak Warga Menjaga Persatuan dan Kebersamaan
- DPRD Anambas Paripurnakan Nota Kesepakatan Perubahan KUA PPAS
- Anggota DPRD Anambas Minta Pemerintah Gerak Cepat Bantu Warga Jemaja yang Krisis Air Bersih
- Wakil Wali Kota Medan Terima Audiensi Sultan Deli, Bahas Kenduri Diraja Hingga Revitalisasi Istana Maimun
- Perkuat Sinergitas dan Keterbukaan Informasi, Lanal Tarempa Gandeng Insan Pers
- Dayang Nan Tujuh Menggetarkan Gedung Kesenian Jakarta
- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
Pemko Batam Siap Fasilitasi Kepulangan 6 PMI dari China

Keterangan Gambar : Rapat persiapan kepulangan PMI yang bekerja di kapal ikan Zhaziang Halrong, China. (Foto : istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyatakan siap memfasilitasi kepulangan 6 Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang bekerja di kapal ikan Zhaziang Halrong, China.
Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengatakan bahwa pihaknya bersama Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Gugus Keamanan Laut (Guskamla), Badan Keamanan Laut (Bakamla) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah melakukan rapat untuk mempersiapkan kepulangan PMI tersebut.
“Rencananya tiba besok, sekitar jam 08.00 pagi di Batam,” ujar Amsakar, Selasa (29/12/2020).
Menurut dia, satu (1) dari enam (6) PMI tersebut ada yang meninggal dunia. Karena itu, rapat bersama stakeholder tersebut dilakukan agar nantinya tidak saling menunggu saat sudah tiba di Batam.
“Total ada enam (6) PMI yang akan dipulangkan, dari enam itu ada satu yang meninggal dunia,” kata Amsakar di Kantor Wali Kota Batam, Batam Center, Batam.
Dijelaskannya bahwa, enam (6) PMI tersebut bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) yang sudah lama berada di laut. Akibat adanya pandemi Covid-19 membuat para PMI ini harus dipulangkan ke Indonesia.
Atas permintaan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), para PMI tersebut akan dipulangkan melalui jalur laut Kota Batam. Karena itu pihaknya mengaku perlu melakukan koordinasi dengan stakeholder yang ada.
“Sesama anak bangsa, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak memfasilitasi kepulangan 6 PMI ini,” katanya.
Itu sebabnya, Pemko bersama Forkopimda Batam akan membantu memberikan fasilitas kepulangan 6 PMI tersebut, sebelum dipulangkan ke daerah asal. Tentunya dengan standar Protokol Kesehatan yang sebagaimana selama ini dilakukan.
“Untuk yang meninggal, akan langsung dilakukan otopsi di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara. Sedangkan PMI yang lainnya akan ditampung oleh BP2MI di Baloi,” katanya.
(ril)

















































