- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
- Polda Kepri Gelar Lomba Dayung Sampan dan Ketinting
- Penginapan RedDoorz Cikitsu Sempat Dikepung Massa Polisi Gerak Cepat
- Nekat! Warung Dekat Polsek Nongsa Dibobol Maling, 10 Tabung Elpiji 3 Kg Lenyap
Pemko Batam Siap Fasilitasi Kepulangan 6 PMI dari China

Keterangan Gambar : Rapat persiapan kepulangan PMI yang bekerja di kapal ikan Zhaziang Halrong, China. (Foto : istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyatakan siap memfasilitasi kepulangan 6 Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang bekerja di kapal ikan Zhaziang Halrong, China.
Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengatakan bahwa pihaknya bersama Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Gugus Keamanan Laut (Guskamla), Badan Keamanan Laut (Bakamla) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah melakukan rapat untuk mempersiapkan kepulangan PMI tersebut.
“Rencananya tiba besok, sekitar jam 08.00 pagi di Batam,” ujar Amsakar, Selasa (29/12/2020).
Menurut dia, satu (1) dari enam (6) PMI tersebut ada yang meninggal dunia. Karena itu, rapat bersama stakeholder tersebut dilakukan agar nantinya tidak saling menunggu saat sudah tiba di Batam.
“Total ada enam (6) PMI yang akan dipulangkan, dari enam itu ada satu yang meninggal dunia,” kata Amsakar di Kantor Wali Kota Batam, Batam Center, Batam.
Dijelaskannya bahwa, enam (6) PMI tersebut bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) yang sudah lama berada di laut. Akibat adanya pandemi Covid-19 membuat para PMI ini harus dipulangkan ke Indonesia.
Atas permintaan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), para PMI tersebut akan dipulangkan melalui jalur laut Kota Batam. Karena itu pihaknya mengaku perlu melakukan koordinasi dengan stakeholder yang ada.
“Sesama anak bangsa, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak memfasilitasi kepulangan 6 PMI ini,” katanya.
Itu sebabnya, Pemko bersama Forkopimda Batam akan membantu memberikan fasilitas kepulangan 6 PMI tersebut, sebelum dipulangkan ke daerah asal. Tentunya dengan standar Protokol Kesehatan yang sebagaimana selama ini dilakukan.
“Untuk yang meninggal, akan langsung dilakukan otopsi di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara. Sedangkan PMI yang lainnya akan ditampung oleh BP2MI di Baloi,” katanya.
(ril)




















































