- Begini Dampak Positif MBG yang Dirasakan Masyarakat Anambas
- Hino Faisal: Jadikan Momentum Hari Kemerdekaan untuk Merajut Persatuan dan Kebersamaan Membangun Anambas
- Pesan Ketua Tim Penggerak PKK Memaknai Kemerdekaan dengan Penuh Tanggungjawab Menjaga Persatuan
- Bupati Anambas Ajak Warga Menjaga Persatuan dan Kebersamaan
- DPRD Anambas Paripurnakan Nota Kesepakatan Perubahan KUA PPAS
- Anggota DPRD Anambas Minta Pemerintah Gerak Cepat Bantu Warga Jemaja yang Krisis Air Bersih
- Wakil Wali Kota Medan Terima Audiensi Sultan Deli, Bahas Kenduri Diraja Hingga Revitalisasi Istana Maimun
- Perkuat Sinergitas dan Keterbukaan Informasi, Lanal Tarempa Gandeng Insan Pers
- Dayang Nan Tujuh Menggetarkan Gedung Kesenian Jakarta
- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
Pemko Batam Gencar Program Vaksinasi Covid-19, Fokus Lansia dan Pelayan Publik

Keterangan Gambar : Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, berbincang dengan Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, saat vaksinasi tahap I, belum lama ini.
KORANBATAM.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengencarkan program vaksinasi Covid-19 di Batam. Saat ini sudah masuk tahap II yang dikhususkan bagi pelayan publik dan kelompok lanjut usia (lansia).
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, saat ini Batam sudah menyelesaikan tahap pertama untuk tenaga kesehatan. Adapun tahap awal sudah dijalankan mulai 15 Januari hingga 28 Februari.
“Sampai saat ini, sudah 6.389 tenaga kesehatan yang divaksin dosis pertama dan 4.612 yang sudah mendapat vaksin dosis kedua,” ujar Rudi, Minggu (21/2/2021).
Meski sudah menjalankan program vaksinasi Covid-19, Wali Kota mengajak semua pihak menerapkan Protokol Kesehatan. Hal itu dinilai penting agar Batam makin cepat menyelesaikan permasalahan Covid-19. Selain itu, Rudi juga mengajak seluruh masyarakat Batam mendukung program vaksinasi.
“Pemerintah terus menggencarkan vaksinasi Covid-19, ini upaya kita menyelesaikan permasalahan virus ini,” katanya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi, melaporkan untuk vaksinasi tahap II, akan dimulai minggu keempat Februari ini. Untuk tahap ini, dikhususnya bagi TNI-Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Batam, Lurah atau perangkat Desa Kelurahan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), pejabat negara, Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja, pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Atau petugas pelayanan publik lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat, yang berusia 18 tahun ke atas,” ujar Didi.
Untuk tahap II, dijelaskan Didi, vaksinasi dapat dilakukan di fasilitas kesehatan, vaksinasi massal terpusat di gedung-gedung, hingga vaksinasi mobile terpusat di tempat keramaian. Didi juga melaporkan, jumlah stok vaksin di Batam saat ini sebanyak 11.800 vial. Dari total vaksin itu, 6.389 vial sudah digunakan untuk vaksinasi dosis pertama, dan 4.612 vial dosis kedua.
“Ada 25 vial (botol yang kerap digunakan dalam dunia farmasi untuk menyimpan obat) vaksin yang rusak, sisa 774 vial lagi. Kekurangan vaksin untuk dosis kedua sebanyak 1.003 vial,” kata dia.

















































