Pemkab Anambas Review Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Angka Stunting
Reporter : MELAYUNEWS.COM 03 Feb 2024, 12:37:04 WIB ANAMBAS
Pemkab Anambas Review Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Angka Stunting

Keterangan Gambar : Review delapan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Angka Stunting di Kabupaten Kepulauan Anambas Tahun 2023, Jumat (2/2/2024).


MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas melalui Badan Penyelenggaraan Pembangunan Daerah (Bappeda) melaksanakan Review delapan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Angka Stunting di Kabupaten Kepulauan Anambas Tahun 2023.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Kepulauan Anambas pada Jumat, 2 Februari 2024.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Bappeda Kabupaten Kepulauan Anambas, Edward mengatakan, hasil umum secara keseluruhan dalam dua tahun terakhir, Pemkab Kepulauan Anambas telah berhasil menurunkan angka stunting.

Dimana pengukuran angka stunting itu ada 2 versi yaitu, Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan aplikasi elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM).

Ia pun menjelaskan bahwa untuk release SSGI tahun 2023 masih menunggu dari Kementerian Kesehatan, namun dari tahun 2021 sampai 2022, penurunan stunting di Anambas menurun drastis dari 21,7 persen menjadi 14 persen di tahun 2022.

"Nah 14 persen itu kita sudah mampu melampaui target nasional, dimana target nasional itu 14 persen di tahun 2024, dari tahunnya kita sudah dahului," ucapnya.

Sedangkan dari versi e-PPGBM, berdasarkan hasil pengukuran terakhir di Oktober 2023, Pemkab Kepulauan Anambas berhasil di angka 5,07 persen.

Menurutnya, berbicara tentang stunting adalah berbicara hipotesis dimana tidak bisa disebutkan satu kegiatan itu langsung berhubungan dengan stunting, karena stunting berhubungan dengan seluruh sektor kehidupan, baik dari lingkungan, pola hidup, pengasuhan dan pemahaman dari semua masyarakat.

"Indikator ini adalah indikator makro, ini adalah ukuran yang paling penting dalam mengukur stunting. Artinya kami menganggap positif kinerja dari tim yang terlibat," sebutnya.

Edward pun memaparkan tantangan yang terjadi dalam percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Kepulauan Anambas, dimana pemerintah melakukan pendekatan secara makro sementara apa yang terjadi di lapangan adalah kasuistik.

"Artinya, bayi ini mempunyai cerita masing-masing, nah itu tantangan bukan hanya untuk Anambas ini, ini tantangan dunia bahwa penurunan stunting ini memang seperti itu tantangannya," paparnya.

Untuk itu, Pemkab Kepulauan Anambas akan terus meningkatkan koordinasi kepada pihak dari puskesmas kecamatan dan desa untuk turun ke lapisan masyarakat agar bisa memahami masalah yang terjadi di lapangan.

"Kedepannya kita akan terus meningkatkan koordinasi khususnya pihak dari puskesmas kecamatan dan desa untuk betul-betul turun ke lapisan masyarakat supaya kita paham betul apasih masalah yang terjadi di lapangan, yang tentu tidak bisa kita generalisir," pungkasnya.(Johanda). 





Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

;