- Beredar Info Bandar Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, APH Diminta Turun Tangan
- Wali Kota Medan Minta Pengurus ICMI Muda Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat
- Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Memperdalam Pengetahuan Budaya
- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
Pamitan ke Warga Sungai Ungar, Isdianto Ungkap Alasannya Menggugat Di MK

Keterangan Gambar : Isdianto (paling kiri) ketika berpamitan kepada masyarakat Sungai Ungar, Pulau Kundur, Kabupaten Karimun. /humas
KORANBATAM.COM, KARIMUN - Menjelang berakhirnya tugas sebagai Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Isdianto menggelar pamitan kepada masyarakat di Sungai Ungar, Pulau Kundur, Kabupaten Karimun, Sabtu (6/2/2021).
Isdianto yang pada kesempatan itu, juga menggelar doa bersama dan peresmian rumah Tahfiz Miftahul Ulum di kampung halamannya itu.
“Pada 12 Februari nanti, masa tugas saya berakhir. Saya undur diri dan pamit. Jika saya dalam memimpin banyak kekurangan saya mohon maaf,” kata Isdianto.
Mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Kepri ini juga memohon restu kepada masyarakat agar dapat mendoakan agar hasil sidang di Mahkamah Konstitusi mendapatkan hasil yang memuaskan.
“Saya minta betul doa dari masyarakat, agar langkah saya di Mahkamah Konstitusi (MK) dimudahkan. Saya menggugat di MK, karena saya merasa tidak puas dengan hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Aturan membolehkan menggugat, jadi saya pakai hak saya untuk menggugat. Sah-sah saja,” kata Isdianto.
Jika Mahkamah Konstitusi tidak mengabulkan permohonannya, ia mengatakan akan menerima hasil dengan lapang dada.
“Kalau hasilnya tidak sesuai apa yang kita inginkan, saya dengan ikhlas menerima hasil ini. Mungkin ini yang terbaik. Dan saya tidak akan melupakan masyarakat Kepri. Jika Allah mengizinkan, saya akan ikut lagi di Pilkada berikutnya,” pungkasnya.
(red)















































