- Ini Penjelasan Panpel AFF Sumut Soal Stadion Teladan Gelar Laga Tanpa Penonton di 2026
- Siloam Medan Clinical Update 2026 Perkuat Standar Penanganan Stroke dan Neurovaskular di Indonesia
- Idul Adha 1447 H, PT Raya Padang Langkat Salurkan Hewan Kurban di Langkat dan Aceh Tamiang
- Makin Panas! Rektorat USU Dituding Campuri Urusan Gereja, Stafsus Menag Diminta Turun ke Medan
- Klarifikasi Pemko Batam: Tidak Ada Pernah Persetujuan Berjualan di ROW, Proses Penertiban Sesuai Aturan
- Jelang Idhul Adha, DPPP Anambas Cek Kesehatan Hewan Qurban
- Rektorat USU Ngotot Kosongkan Gereja POUK, MUKI Sumut Bongkar Bukti Sah PGI
- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
Musim Tertentu, Sampah Kiriman Menumpuk di Perairan Tarempa

Keterangan Gambar : Tumpukan sampah yang berada dibawah perumahan warga Anambas disebut sampah kiriman.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Fenomena tumpukan sampah menghiasi pantai di beberapa lokasi di sekitar Kota Tarempa. Sepertinya fenomena ini memang kerap terjadi saat musim angin utara yang disertai cuaca ekstrem dan hal itu mengubah potret laut Anambas yang terkenal akan keindahannya.
Menurut beberapa sumber, tumpukan sampah ini merupakan siklus rutin yang terjadi setiap akhir hingga awal tahun. Angin kencang dan gelombang tinggi disebut kerap membawa material sampah yang kemudian terjebak di pesisir dan pelabuhan.
Hasil pantauan di beberapa lokasi menunjukkan tumpukan sampah meluas, seperti di pelabuhan Pemda (Sri Siantan), pantai lapangan Volly Tarempa Barat.
Warga berharap persoalan ini dapat diselesaikan oleh Pemerintah Daerah dan instansi terkait agar segera mengambil langkah cepat untuk membersihkan lokasi tumpukan sampah.
Menanggapi hal tersebut, Nurullah, Plt. Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kepulauan Anambas mengakui, fenomena tumpukan sampah di pantai dan pelabuhan memang kerap terjadi di perairan Anambas pada saat musim tertentu. Ia juga mengungkapkan, adanya kendala teknis terkait ketersediaan personel kebersihan di lapangan saat ini.
"Kejadian ini memang sering terjadi. Dulu kita memiliki tenaga kebersihan laut khusus, namun sejak sistem outsourcing diterapkan, kami perlu memastikan kembali status dan keberadaan petugas tersebut. Saya akan segera melakukan koordinasi dengan bidang Lingkungan Hidup," ujar Nurullah, Senin (19/01/2026)
Meskipun sampah ini merupakan kiriman faktor alam (musiman), Pemerintah Daerah menyatakan tidak akan tinggal diam. Dalam waktu dekat, pihak terkait direncanakan akan menggelar rapat internal untuk mencari solusi untuk mengatasi hal tersebut.(Ferengki).


















































