- Anggota DPRD Anambas Tinjau Pasien Korban Dugaan Keracunan Makanan di RSUD Palmatak
- Ungkap Kasus PMI Ilegal, Iptu Yuli Endra Terima Penghargaan Kapolresta Barelang
- Usai Konsumsi MBG, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit
- Halal Bihalal Gubernur Kepri di Anambas Larut Dalam Suasana Kebersamaan
- Kapolresta Barelang Dialog dengan Warga di Bengkong lewat Jumat Curhat
- Polsek Siantan Perkuat Sinergi dengan Awak Media
- Bupati Anambas: Pelayanan RSUD Tarempa Tipe C Jangan Muka Masam Namun Senyum dan Ramah
- Pemko Medan Dorong Inovasi Pelestarian Budaya Melayu
- Paskah, Jajaran Polsek Bengkong Lakukan Pengamanan Gereja
- Tampung Aspirasi, Polsek Bengkong Audiensi dengan Masyarakat
Musim Tertentu, Sampah Kiriman Menumpuk di Perairan Tarempa

Keterangan Gambar : Tumpukan sampah yang berada dibawah perumahan warga Anambas disebut sampah kiriman.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Fenomena tumpukan sampah menghiasi pantai di beberapa lokasi di sekitar Kota Tarempa. Sepertinya fenomena ini memang kerap terjadi saat musim angin utara yang disertai cuaca ekstrem dan hal itu mengubah potret laut Anambas yang terkenal akan keindahannya.
Menurut beberapa sumber, tumpukan sampah ini merupakan siklus rutin yang terjadi setiap akhir hingga awal tahun. Angin kencang dan gelombang tinggi disebut kerap membawa material sampah yang kemudian terjebak di pesisir dan pelabuhan.
Hasil pantauan di beberapa lokasi menunjukkan tumpukan sampah meluas, seperti di pelabuhan Pemda (Sri Siantan), pantai lapangan Volly Tarempa Barat.
Warga berharap persoalan ini dapat diselesaikan oleh Pemerintah Daerah dan instansi terkait agar segera mengambil langkah cepat untuk membersihkan lokasi tumpukan sampah.
Menanggapi hal tersebut, Nurullah, Plt. Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kepulauan Anambas mengakui, fenomena tumpukan sampah di pantai dan pelabuhan memang kerap terjadi di perairan Anambas pada saat musim tertentu. Ia juga mengungkapkan, adanya kendala teknis terkait ketersediaan personel kebersihan di lapangan saat ini.
"Kejadian ini memang sering terjadi. Dulu kita memiliki tenaga kebersihan laut khusus, namun sejak sistem outsourcing diterapkan, kami perlu memastikan kembali status dan keberadaan petugas tersebut. Saya akan segera melakukan koordinasi dengan bidang Lingkungan Hidup," ujar Nurullah, Senin (19/01/2026)
Meskipun sampah ini merupakan kiriman faktor alam (musiman), Pemerintah Daerah menyatakan tidak akan tinggal diam. Dalam waktu dekat, pihak terkait direncanakan akan menggelar rapat internal untuk mencari solusi untuk mengatasi hal tersebut.(Ferengki).


















































