- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
- Kasus Penganiayaan di Rusun Polda Kepri Masuk Persidangan, Kuasa Hukum Tiga Tersangka Siapkan Pembelaan Maksimal
- Star Energy dan KUFPEC Gelar Pelayanan Medis Gratis bagi Warga Jemaja
- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
Musim Tertentu, Sampah Kiriman Menumpuk di Perairan Tarempa

Keterangan Gambar : Tumpukan sampah yang berada dibawah perumahan warga Anambas disebut sampah kiriman.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Fenomena tumpukan sampah menghiasi pantai di beberapa lokasi di sekitar Kota Tarempa. Sepertinya fenomena ini memang kerap terjadi saat musim angin utara yang disertai cuaca ekstrem dan hal itu mengubah potret laut Anambas yang terkenal akan keindahannya.
Menurut beberapa sumber, tumpukan sampah ini merupakan siklus rutin yang terjadi setiap akhir hingga awal tahun. Angin kencang dan gelombang tinggi disebut kerap membawa material sampah yang kemudian terjebak di pesisir dan pelabuhan.
Hasil pantauan di beberapa lokasi menunjukkan tumpukan sampah meluas, seperti di pelabuhan Pemda (Sri Siantan), pantai lapangan Volly Tarempa Barat.
Warga berharap persoalan ini dapat diselesaikan oleh Pemerintah Daerah dan instansi terkait agar segera mengambil langkah cepat untuk membersihkan lokasi tumpukan sampah.
Menanggapi hal tersebut, Nurullah, Plt. Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kepulauan Anambas mengakui, fenomena tumpukan sampah di pantai dan pelabuhan memang kerap terjadi di perairan Anambas pada saat musim tertentu. Ia juga mengungkapkan, adanya kendala teknis terkait ketersediaan personel kebersihan di lapangan saat ini.
"Kejadian ini memang sering terjadi. Dulu kita memiliki tenaga kebersihan laut khusus, namun sejak sistem outsourcing diterapkan, kami perlu memastikan kembali status dan keberadaan petugas tersebut. Saya akan segera melakukan koordinasi dengan bidang Lingkungan Hidup," ujar Nurullah, Senin (19/01/2026)
Meskipun sampah ini merupakan kiriman faktor alam (musiman), Pemerintah Daerah menyatakan tidak akan tinggal diam. Dalam waktu dekat, pihak terkait direncanakan akan menggelar rapat internal untuk mencari solusi untuk mengatasi hal tersebut.(Ferengki).
















































