- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
MEPN Penuhi Rencana Onstream Proyek West Belut Lebih Cepat dari Jadwal

MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS – Medco E&P Natuna Ltd bersama PT. Meindo Elang Indah (MEI) menggelar Inaugurasi Topside Load Out dan Sail Away (LO SA) pembangunan Well Head Platform (WHP) Proyek West Belut yang terletak di offshore Blok B Laut Natuna Selatan pada Kamis, 18 Juli 2024.
Inaugurasi yang digelar di lokasi site fabrikasi Topside Meitech Bintan, Kepulauan Riau itu dihadiri oleh Kepala Departemen Pengelolaan Proyek Divisi Manajemen Proyek SKK Migas, Noezran Azwar, Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kepri, Priyono Triatmojo, Kepala KPPBC TMP B Tanjung Pinang, Tri Hartana serta Kepala Kawasan BP Bintan, Farid Irfan Sidik.
Hadir pula Senior Manager Project Delivery Offshore MEPN, Sunu B Wusono, Project Manager MEPN West Belut, Ilham Thamrin, VP Supply Chain Management Kenneth Gunawan, Senior Manager Material Management Felix Tunggul Nadapdap, Manager Material & Formalities Joko Arisanto, VP Operation MEI Bambang Sutjipto dan Project Manager Meindo West Belut Yudi Arisandi.
Topside LO SA atau Pemuatan dan Pelayaran Topside ini merupakan proses penting dalam proyek pembangunan platform offshore di industri Migas.
Proses ini menandakan tahap krusial di mana modul atas (topside) platform telah selesai difabrikasi dan siap untuk diangkut dari lokasi fabrikasi ke lokasi lapangan West Belut.
VP Relations and Security MEPN, Arif Rinaldi mengatakan, inaugurasi Topside LO SA ini menandakan bahwa West Belut Topside Platform telah menyelesaikan proses fabrikasi dan melakukan site move dari lokasi fabrikasi untuk dinaikkan ke atas kapal.
‘’Proses fabrikasi LO SA ini dapat berjalan aman dan lancar berkat kerja sama dan kolaborasi yang baik antara MEPN dengan kontraktor EPCI dan juga dukungan dari SKK Migas, Tim Bea dan Cukai, serta pemangku kepentingan lainnya,” ujar Arif.
Arif menjelaskan, Proyek West Belut merupakan pengembangan Lapangan West Belut, yang terletak di offshore Blok B Laut Natuna Selatan pada kedalaman laut sekitar 100 m, dan berlokasi sekitar 14 Kilometer sebelah barat daya dari North Belut Central Processing Platform (NB-CPP).
Kesempatan berbeda, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus, menyampaikan bahwa fasilitas produksi yang berlokasi di wilayah kerja migas lepas pantai Anambas dan Natuna memiliki nilai strategis karena terletak di bagian terdepan di perbatasan luar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang mendukung ketahanan dan kedaulatan batas NKRI.
"Industri Hulu Migas di daerah terluar dan perairan laut tersebut telah menjadi bagian wilayah ekonomi sekaligus pertahanan negara yang berbatasan langsung dengan negara tetangga di Laut Cina Selatan," sebutnya.
Tak hanya itu, Rikky juga menjelaskan bahwa rencana onstream proyek West Belut ini merupakan komitmen nyata KKKS Medco E&P Natuna kepada Negara dalam investasi dan membantu percepatan produksi migas nasional dan memperoleh hasil yang signifikan dalam rangka memenuhi Long Term Plan (LTP) Produksi Minyak dan Gas Bumi Nasional pada Improving Existing Asset Value dan Transformation to Production yang sejalan dengan target produksi nasional 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12.000 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) gas pada tahun 2030.
Dengan inaugurasi ini, diharapkan Lapangan West Belut akan mulai produksi pada September 2024 mendatang.(Johanda)

















































