- Ini Penjelasan Panpel AFF Sumut Soal Stadion Teladan Gelar Laga Tanpa Penonton di 2026
- Siloam Medan Clinical Update 2026 Perkuat Standar Penanganan Stroke dan Neurovaskular di Indonesia
- Idul Adha 1447 H, PT Raya Padang Langkat Salurkan Hewan Kurban di Langkat dan Aceh Tamiang
- Makin Panas! Rektorat USU Dituding Campuri Urusan Gereja, Stafsus Menag Diminta Turun ke Medan
- Klarifikasi Pemko Batam: Tidak Ada Pernah Persetujuan Berjualan di ROW, Proses Penertiban Sesuai Aturan
- Jelang Idhul Adha, DPPP Anambas Cek Kesehatan Hewan Qurban
- Rektorat USU Ngotot Kosongkan Gereja POUK, MUKI Sumut Bongkar Bukti Sah PGI
- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
Menyambut Ramadan, Warga Kampar di Kota Batam Setiap Tahun Gelar Tradisi Balimau Kasai

Keterangan Gambar : Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, menyiramkan air dalam tradisi Balimau Kasai, Minggu (11/4/2021). Foto/ist
KORANBATAM.COM - Setiap tahun warga Kabupaten Kampar Provinsi Riau yang tinggal di Kota Batam menggelar tradisi Balimau Kasai untuk menyambut Ramadan. Acara ini disimbolkan sebagai penyucian dan saling memaafkan satu sama lain.
Ketua Panitia Balimau Kasai, Adi Kurniawan, mengatakan, upacara merupakan tradisi masyarakat Kampar sejak tahun 1992 dilaksanakan di Kota Batam. Diperkirakan upacara tahun 2021 diikuti 1.200 orang, dari 7.000 warga Kampar yang berdomisili di Batam.
“Upacara ini, kami lakukan sehari jelang puasa Ramadan,” kata Adi, di Pantai Dangas, Sekupang, Batam, Minggu (11/4/2021).
Sesuai dengan namanya, tradisi ini menggunakan buah limau yang dicampur dengan bahan lain yakni tumbuhan kasai, kunyit, tepung beras yang ditumbuk halus.
“Balimau Kasai disimbolkan menyucikan diri atau mandi taubat, supaya Ramadan tahun ini ibadahnya makin meningkat dan puasanya penuh,” ucapnya.
Selain Balimau Kasai, upacara diselengi dengan materi keagamaan membahas tentang Ramadan dan topik-topik Islam lalu makan Bajambau atau makan bersama. Adi menjelaskan bahwa, saat makan tersebut waktu untuk saling mengucapkan maaf dan mengakui kesalahan. Dalam satu hidangan diisi lima orang.
“Misalnya saya punya salah sama orang itu, saya duduk dan makan bersamanya dan di momen itulah saya minta maaf dan mengaku salah,” ucapnya.
Adapun makanan yang dihidangkan yakni rendang kerbau merupakan makanan khas dari Kampar, lemang tapai, lepat bugi. Ia berharap kegiatan ini menjadi agenda budaya Kota Batam untuk meningkatkan wisatawan lokal dan mancanegara.
Acara ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, seluruh lapisan masyarakat yang tergabung dalam Keluarga Besar Kabupaten Kampar.
Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menghadiri Balimau Kasai. Ardi mengapreasiasi budaya ini masih dilestarikan hingga sekarang sebagai rangkaian menyambut bulan suci Ramadan.
Dalam sambutannya ia berjanji akan menjadikan Balimau Kasai sebagai event budaya Kota Batam.
“Kota Batam memiliki 163 kalender budaya dan pariwisata, selanjutnya Balimau Kasai akan kita jadikan agenda budaya Kota Batam,” kata Ardi mengakhiri.


















































