- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
- Kasus Penganiayaan di Rusun Polda Kepri Masuk Persidangan, Kuasa Hukum Tiga Tersangka Siapkan Pembelaan Maksimal
- Star Energy dan KUFPEC Gelar Pelayanan Medis Gratis bagi Warga Jemaja
- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
Menyambut Ramadan, Warga Kampar di Kota Batam Setiap Tahun Gelar Tradisi Balimau Kasai

Keterangan Gambar : Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, menyiramkan air dalam tradisi Balimau Kasai, Minggu (11/4/2021). Foto/ist
KORANBATAM.COM - Setiap tahun warga Kabupaten Kampar Provinsi Riau yang tinggal di Kota Batam menggelar tradisi Balimau Kasai untuk menyambut Ramadan. Acara ini disimbolkan sebagai penyucian dan saling memaafkan satu sama lain.
Ketua Panitia Balimau Kasai, Adi Kurniawan, mengatakan, upacara merupakan tradisi masyarakat Kampar sejak tahun 1992 dilaksanakan di Kota Batam. Diperkirakan upacara tahun 2021 diikuti 1.200 orang, dari 7.000 warga Kampar yang berdomisili di Batam.
“Upacara ini, kami lakukan sehari jelang puasa Ramadan,” kata Adi, di Pantai Dangas, Sekupang, Batam, Minggu (11/4/2021).
Sesuai dengan namanya, tradisi ini menggunakan buah limau yang dicampur dengan bahan lain yakni tumbuhan kasai, kunyit, tepung beras yang ditumbuk halus.
“Balimau Kasai disimbolkan menyucikan diri atau mandi taubat, supaya Ramadan tahun ini ibadahnya makin meningkat dan puasanya penuh,” ucapnya.
Selain Balimau Kasai, upacara diselengi dengan materi keagamaan membahas tentang Ramadan dan topik-topik Islam lalu makan Bajambau atau makan bersama. Adi menjelaskan bahwa, saat makan tersebut waktu untuk saling mengucapkan maaf dan mengakui kesalahan. Dalam satu hidangan diisi lima orang.
“Misalnya saya punya salah sama orang itu, saya duduk dan makan bersamanya dan di momen itulah saya minta maaf dan mengaku salah,” ucapnya.
Adapun makanan yang dihidangkan yakni rendang kerbau merupakan makanan khas dari Kampar, lemang tapai, lepat bugi. Ia berharap kegiatan ini menjadi agenda budaya Kota Batam untuk meningkatkan wisatawan lokal dan mancanegara.
Acara ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, seluruh lapisan masyarakat yang tergabung dalam Keluarga Besar Kabupaten Kampar.
Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menghadiri Balimau Kasai. Ardi mengapreasiasi budaya ini masih dilestarikan hingga sekarang sebagai rangkaian menyambut bulan suci Ramadan.
Dalam sambutannya ia berjanji akan menjadikan Balimau Kasai sebagai event budaya Kota Batam.
“Kota Batam memiliki 163 kalender budaya dan pariwisata, selanjutnya Balimau Kasai akan kita jadikan agenda budaya Kota Batam,” kata Ardi mengakhiri.
















































