- Beredar Info Bandar Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, APH Diminta Turun Tangan
- Wali Kota Medan Minta Pengurus ICMI Muda Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat
- Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Memperdalam Pengetahuan Budaya
- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
Menko Marves Tekankan Kajian Ekonomi Pembangunan Jembatan Batam-Bintan

Keterangan Gambar : Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan, membahas pembangunan jembatan Babin bersama Menko Polhukam RI Mahfud MD, Menteri Perdagangan Muhamad Lutfi, Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Wali Kota Batam Muhammad Rudi di Batam, Kamis (18/3/2021). Foto/Dok. Humas Pemprov Kepri
KORANBATAM.COM - Menteri Koordinator Kemritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan, menekankan perlu ada kajian dampak ekonomi pembangunan Jembatan Batam-Bintan. Hal itu ia tegaskan agar pembangunan jebatan itu bisa menghidupkan ekonomi dua wilayah di Kepri tersebut.
“Bisa dihitung manfaatnya keekonomiannya. Nanti dibuatkan studi keekonomiannya,” kata Luhut saat meninjau landing point pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) di Batam, Kamis (18/3/2021).
Saat peninjauan itu, Luhut didampingi Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polhukam RI) Mahfud MD, Menteri Perdagangan Muhamad Lutfi, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Wali Kota Batam Muhammad Rudi, dan rombongan lainnya.
Luhut menyatakan, kajian itu sangat penting. Pasalnya, pembangunan jembatan penguhubung dua pulau tersebut menelan anggaran tidak sedikit. Bahkan, ia tak ingin jembatan Babin nantinya bernasib sama dengan jembatan Barelang.
“Jembatan Barelang dibangun dengan dana yang cukup besar, namun dampak ekonominya dinilai belum maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, Ansar Ahmad, langsung menyanggupi instruksi Menko Luhut. Dalam laporannya, Ansar mengatakan, jika Jembatan Babin dibangun, maka potensi sekitar 7.000 kendaraan melintas per hari.
“Segera disiapkan (kajian dampak ekonomi pembangunan jembatan Babin),” Gubernur merespon instruksi Menko Luhut.
Sementara, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mendukung sepenuhnya pembangunan pengubung Batam dan Bintan. Ia optimistis, dengan adanya jembatan tersebut, mobilitas perekonomian di dua kawasan ini akan menggeliat. Namun, berdasarkan instruksi Menko Luhut, keyakinan ini perlu dituangkan dalam sebuah kajian.
“Kita harapkan jembatan ini bisa terealisasi segera. Perlu dukungan dari semua pihak agar proyek strategis nasional ini bisa memberi dampak positif bagi Batam, Bintan, dan Kepri secara keseluruhan,” kata Rudi yang juga menjabat sebagai Kepala BP Batam tersebut.















































