- Anggota DPRD Anambas Tinjau Pasien Korban Dugaan Keracunan Makanan di RSUD Palmatak
- Ungkap Kasus PMI Ilegal, Iptu Yuli Endra Terima Penghargaan Kapolresta Barelang
- Usai Konsumsi MBG, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit
- Halal Bihalal Gubernur Kepri di Anambas Larut Dalam Suasana Kebersamaan
- Kapolresta Barelang Dialog dengan Warga di Bengkong lewat Jumat Curhat
- Polsek Siantan Perkuat Sinergi dengan Awak Media
- Bupati Anambas: Pelayanan RSUD Tarempa Tipe C Jangan Muka Masam Namun Senyum dan Ramah
- Pemko Medan Dorong Inovasi Pelestarian Budaya Melayu
- Paskah, Jajaran Polsek Bengkong Lakukan Pengamanan Gereja
- Tampung Aspirasi, Polsek Bengkong Audiensi dengan Masyarakat
Mengenal Lebih Kota Batam, 21 Atase Pertahanan Negara Sahabat Berkunjung ke Museum Raja Ali Haji

Keterangan Gambar : Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata (dua dari kanan), menyambut kunjungan atase negara sahabat di Museum Batam Raja Ali Haji, Dataran Engku Putri, Batam Center, Rabu (23/6/2021).
KORANBATAM.COM - Atase pertahanan dari 21 perwakilan negara sahabat berkunjung ke Museum Batam Raja Ali Haji, yang berada di Dataran Engku Putri, Batam Center, Rabu (23/6/2021). Tujuan kunjungan tersebut untuk mengetahui sejarah, pembangunan, serta kearifan lokal Batam.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menyambut baik kedatangan atase pertahanan dari 21 negara sahabat ke Museum Batam Raja Ali Haji.
Sebagai salah satu destinasi wisata Kota Batam, Ardi, menyampaikan bahwa, museum Batam layak dikunjungi atase militer ini, karena mempunyai berbagai informasi tentang Batam, mulai dari masa Riau Lingga, masa Belanda, masa Jepang, Kemerdekaan, BJ Habibie, sampai masa infrastruktur Pemerintah Kota (Pemko) Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.
“Suatu kehormatan atase pertahanan dari 21 negara sahabat berkunjung ke museum Batam. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kemenhan RI (Kementerian Pertahanan Republik Indonesia) yang telah memilih Batam,” kata Ardi, Rabu (23/6/2021).
Ardi menyebutkan, 21 atase pertahanan negara sahabat tersebut berasal dari negara Perancis, Mexico, Canada, Brazil, Australia, New Zealand, Italy, United Kingdom, USA, Brunei Darussalam, Sri Lanka, Vietnam, Timor Leste, Kamboja, Filipina, Rusia, Qatar, Papua New Guinea, Belanda, Jerman, dan India.
Menurut Ardi, kegiatan ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat tentang Kota Batam mulai dari pemerintah, non pemerintah, seni budaya, dan pariwisata.
Ardi menyampaikan bahwasanya, kunjungan para atase itu tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, menjaga jarak, mengecek suhu tubuh, dan mencuci tangan dengan hand sanitizer.
“Mereka menjalankan protokol kesehatan, perjalanan dari satu tempat ke tempat lain juga dengan menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.
Dikatakannya, kunjungan tersebut dipandu langsung Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Batam, Edi Sutrisno.
“Saya berterima kasih kepada Pak Edi yang telah mempresentasikan keunggulan Batam kepada rombongan atase militer. Cerita tentang Batam akan mereka bawa ke negara mereka,” katanya.
Sementara, salah satu perwakilan atase asal Mexico, Rangel, mengatakan, setiap museum yang ia kunjungi memiliki karakter tersendiri. Untuk musuem yang ada di Kota Batam menggambarkan sejarah kotanya.
“Museumnya sangat bagus, saya sangat suka dan orangnya ramah. Saya sempat melihat museum yang ada di Jakarta, semua museum memiliki keunikannya masing-masing,” ujarnya.


















































