- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
- Kasus Penganiayaan di Rusun Polda Kepri Masuk Persidangan, Kuasa Hukum Tiga Tersangka Siapkan Pembelaan Maksimal
- Star Energy dan KUFPEC Gelar Pelayanan Medis Gratis bagi Warga Jemaja
- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
Mengenal Lebih Kota Batam, 21 Atase Pertahanan Negara Sahabat Berkunjung ke Museum Raja Ali Haji

Keterangan Gambar : Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata (dua dari kanan), menyambut kunjungan atase negara sahabat di Museum Batam Raja Ali Haji, Dataran Engku Putri, Batam Center, Rabu (23/6/2021).
KORANBATAM.COM - Atase pertahanan dari 21 perwakilan negara sahabat berkunjung ke Museum Batam Raja Ali Haji, yang berada di Dataran Engku Putri, Batam Center, Rabu (23/6/2021). Tujuan kunjungan tersebut untuk mengetahui sejarah, pembangunan, serta kearifan lokal Batam.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menyambut baik kedatangan atase pertahanan dari 21 negara sahabat ke Museum Batam Raja Ali Haji.
Sebagai salah satu destinasi wisata Kota Batam, Ardi, menyampaikan bahwa, museum Batam layak dikunjungi atase militer ini, karena mempunyai berbagai informasi tentang Batam, mulai dari masa Riau Lingga, masa Belanda, masa Jepang, Kemerdekaan, BJ Habibie, sampai masa infrastruktur Pemerintah Kota (Pemko) Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.
“Suatu kehormatan atase pertahanan dari 21 negara sahabat berkunjung ke museum Batam. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kemenhan RI (Kementerian Pertahanan Republik Indonesia) yang telah memilih Batam,” kata Ardi, Rabu (23/6/2021).
Ardi menyebutkan, 21 atase pertahanan negara sahabat tersebut berasal dari negara Perancis, Mexico, Canada, Brazil, Australia, New Zealand, Italy, United Kingdom, USA, Brunei Darussalam, Sri Lanka, Vietnam, Timor Leste, Kamboja, Filipina, Rusia, Qatar, Papua New Guinea, Belanda, Jerman, dan India.
Menurut Ardi, kegiatan ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat tentang Kota Batam mulai dari pemerintah, non pemerintah, seni budaya, dan pariwisata.
Ardi menyampaikan bahwasanya, kunjungan para atase itu tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, menjaga jarak, mengecek suhu tubuh, dan mencuci tangan dengan hand sanitizer.
“Mereka menjalankan protokol kesehatan, perjalanan dari satu tempat ke tempat lain juga dengan menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.
Dikatakannya, kunjungan tersebut dipandu langsung Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Batam, Edi Sutrisno.
“Saya berterima kasih kepada Pak Edi yang telah mempresentasikan keunggulan Batam kepada rombongan atase militer. Cerita tentang Batam akan mereka bawa ke negara mereka,” katanya.
Sementara, salah satu perwakilan atase asal Mexico, Rangel, mengatakan, setiap museum yang ia kunjungi memiliki karakter tersendiri. Untuk musuem yang ada di Kota Batam menggambarkan sejarah kotanya.
“Museumnya sangat bagus, saya sangat suka dan orangnya ramah. Saya sempat melihat museum yang ada di Jakarta, semua museum memiliki keunikannya masing-masing,” ujarnya.
















































