- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
- Kasus Penganiayaan di Rusun Polda Kepri Masuk Persidangan, Kuasa Hukum Tiga Tersangka Siapkan Pembelaan Maksimal
- Star Energy dan KUFPEC Gelar Pelayanan Medis Gratis bagi Warga Jemaja
- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
Mantan Komandan KRI Nanggala-402: Seluruh Personel Dilatih untuk Mengatasi Masalah

Keterangan Gambar : Sejumlah prajurit TNI-AL awak kapal selam KRI Nanggala-402 berada di atas lambung kapal setibanya di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jatim, Senin (6/2/2012). Kapal selam tersebut kembali bergabung dengan TNI AL usai menjalani perbaikan menyeluruh di galangan kapal Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Okpo, Korea Selatan. Foto/M Risyal Hidayat/Antara
KORANBATAM.COM - Mantan Komandan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Nanggala-402, Letnan Kolonel (Letkol) Laut Ansori mengatakan, seluruh peralatan kapal selam pasti pernah mengalami masalah saat berlayar maupun bersandar. Namun, Ansori menegaskan, seluruh personel atau awak kapal selam sudah dilatih untuk mengatasi setiap masalah yang muncul.
“Terkait masalah, saya rasa di semua pesawat (dan kapal selam) juga mengalami. Semua personel dilatih bertahan (survive) untuk bisa mengatasi trouble (masalah) tersebut,” kata Ansori, di Base Operasi (Ops) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanud) I Gusti Ngurah Rai Bali, Jumat (23/4/2021).
Ansori juga menjelaskan, sistem keselamatan KRI Nanggala-402 sudah sesuai standar keselamatan internasional. Perlatan keselamatan yang ada di kapal selam juga disesuaikan dengan jumlah personel yang berlayar di kapal selam itu.
“Jadi, di kapal selam alat keselamatan sudah lengkap dan sesuai dengan standar internasional yang diperlukan oleh seluruh kapal selam-kapal selam di dunia,” kata dia.
Sebelumnya, pencarian KRI Nanggala-402 fokus dilakukan di sembilan titik. Termasuk, wilayah yang terdapat tumpahan minyak dan daya magnet kuat.
Sebanyak lima KRI dan satu helikopter diterjunkan untuk pencarian KRI Nanggala-402. Lebih dari 400 personel terlibat dalam pencarian kapal selam buatan Jerman tersebut.
Kapal selam milik Indonesia yaitu KRI Nanggala-402 hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) pagi.
Kapal ini merupakan salah satu kapal selam yang resmi menjadi bagian dari alat utama sistem pertahanan (Alutsista) Indonesia pada tahun 1981.
Hilang kontaknya kapal selam buatan Jerman ini, dibenarkan oleh Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto.
Berdasarkan keterangannya, KRI Nanggala-402 diperkirakan hilang di perairan sekitar 60 mil atau sekitar 95 kilometer dari utara Pulau Bali, sekitar pukul 03.00 waktu setempat.
Kapal selam ini membawa 53 orang yang terdiri dari 49 Anak Buah Kapal (ABK), seorang Komandan Satuan (Dansat), dan tiga personel senjata. Adapun kapal hilang kontak, saat komandan pelatihan hendak memberikan otoritas penembakan torpedo.
Sumber: KOMPAS.com
















































