Kunjungan Tim Kesehatan PT Rapala Temukan Hampir 90 Persen Alkes di Aceh Tamiang Rusak
Reporter : MELAYUNEWS.COM 14 Jan 2026, 17:09:36 WIB LAPORAN UTAMA
Kunjungan Tim Kesehatan PT Rapala Temukan Hampir 90 Persen Alkes di Aceh Tamiang Rusak

Keterangan Gambar : Tim kesehatan PT Raya Padang Langkat (PT Rapala) saat melakukan kunjungan ke desa-desa terdampak banjir, salah satunya Desa Seunebuk Aceh, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, Selasa (13/1/2026)t


MELAYUNEWS.COM, ACEH - Sebulan setelah banjir besar melanda wilayah Aceh dan Sumatera, kerusakan fasilitas kesehatan masih dirasakan warga di sejumlah desa di Kabupaten Aceh Tamiang. Hampir seluruh peralatan kesehatan di poliklinik desa dilaporkan rusak dan tidak dapat digunakan, sehingga berpotensi mengganggu layanan kesehatan masyarakat.

Kondisi tersebut ditemukan tim kesehatan PT Raya Padang Langkat (PT Rapala) saat melakukan kunjungan ke desa-desa terdampak banjir, salah satunya Desa Seunebuk Aceh, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, Selasa (13/1/2026). Banjir yang membawa lumpur merendam bangunan serta merusak berbagai sarana dan prasarana, termasuk alat kesehatan.

Salah seorang tenaga kesehatan Desa Seunebuk, Linda Kesuma, menyampaikan hampir 90 persen alat kesehatan di Poliklinik Desa mengalami kerusakan berat akibat banjir yang menggenangi wilayah tersebut selama delapan hari.

"Banjir setinggi dada orang dewasa membawa lumpur dan merusak semua alat kesehatan yang ada di Polindes ini seperti vaccine refrigerator, pengontrol suhu dan stabilizer," kata Linda.

Ia menjelaskan, saat banjir surut, hampir seluruh prasarana kesehatan di Polindes tidak lagi dapat difungsikan. Kondisi itu membuat pelayanan kesehatan desa berjalan sangat terbatas di tengah meningkatnya keluhan kesehatan warga pascabanjir.

Linda mengaku kehadiran tim kesehatan PT Rapala sangat membantu masyarakat, terutama untuk melayani warga yang mulai mengalami gangguan kesehatan. Selain pengobatan gratis dan pemberian obat-obatan, bantuan makanan serta susu kemasan dinilai sangat dibutuhkan dalam masa pemulihan.

"Bantuan makanan dan susu ini sangat membantu untuk menjaga kesehatan warga di masa pemulihan," ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah segera memberikan bantuan alat kesehatan baru agar pelayanan kesehatan di desa dapat kembali berjalan normal seperti sebelum banjir.

Kondisi serupa juga ditemukan di poliklinik desa lain yang dikunjungi tim kesehatan PT Rapala di sejumlah kecamatan, seperti Marlempang, Bendahara, Seruway, dan wilayah lainnya. Keluhan mengenai rusaknya alat kesehatan hampir selalu menjadi laporan utama para tenaga kesehatan desa.

Hampir 90 persen alat kesehatan di wilayah tersebut dilaporkan dalam kondisi rusak berat atau tidak berfungsi, sehingga berpotensi menghambat pelayanan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, salah seorang personel tim kesehatan PT Rapala, dr Safrida Desiany, menyebutkan keluhan warga yang datang berobat umumnya terkait penyakit pascabanjir.

"Umumnya warga yang datang berobat mengeluhkan sakit diare, batuk dan gatal-gatal," kata Safrida.

Selain memberikan layanan pengobatan, tim kesehatan PT Rapala juga melakukan edukasi kesehatan kepada warga, khususnya terkait pola hidup bersih dan sehat di lingkungan pascabanjir.

"Walaupun saat ini warga hanya mengkonsumsi makanan instan, pola makan 3 kali sehari tetap kita sampaikan agar kondisi kesehatan mereka bisa tetap terjaga dan tidak mudah terserang penyakit," ujar Safrida.

Ia menegaskan penanganan persoalan kesehatan di wilayah terdampak bencana tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja.

"Butuh kerjasama yang baik dari seluruh pihak, terutama antar tim medis dan pemerintah, agar persoalan kesehatan ini segera teratasi dan warga bisa kembali beraktivitas seperti sediakala," pungkasnya.(SP)





Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

;