- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
- Polda Kepri Gelar Lomba Dayung Sampan dan Ketinting
- Penginapan RedDoorz Cikitsu Sempat Dikepung Massa Polisi Gerak Cepat
- Nekat! Warung Dekat Polsek Nongsa Dibobol Maling, 10 Tabung Elpiji 3 Kg Lenyap
Kuliah Singkat DWP Bakesbangpol, Ada Tiga Tokoh Perempuan Beri Motivasi

Keterangan Gambar : Ketua DWP Bakesbangpol, Yessi foto bersama usai kuliah singkat, Rabu(8/3/2023).
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Yessi Susilawati, selaku Ketua Dharma Wanita Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kepulauan Anambas sengaja mengundang ketiga orang tokoh perempuan motivator Srikandi tingkat Nasional di ruang rapat Bakesbangpol Kabupaten Kepulauan Anambas, Rabu (8/3/2023).
Ketiga wanita tersebut yaitu, Anis Anorita Zaini (Ketua Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia Kepri), Dra. HJ. Neneng Rusneli Idris (pemerhati perempuan, red) dan Asmawati (Majelis Taklim Kota Tanjungpinang, red).
"Beliau itu adalah tokoh perempuan yang ikut membantu terbentuknya Kabupaten Kepulauan Anambas. Disini kita lakukan kuliah singkat bersama anggota Dharma Wanita Badan Kesatuan Bangsa dan Politik," ujar Yesi Susilawati saat di konfrmasi awak media di kantornya, Rabu(8/3/2023).
Yessi berharap perempuan-perempuan Anambas khususnya DWP BAKESBANGPOL akan lebih maju, mandiri dan berdaya saing dalam meningkatkan perannya sebagai seorang perempuan.
" Pemikiran usang terhadap perempuan sering kita dengarkan bahwa wanita adalah boneka yang hanya mampu bekerja di antara kasur sumur dan dapur. Pemikiran seperti itu marilah kita berantas, mari kita bangun dari tidur yang panjang kita harus merubah diri kita dari segala ketinggalan. Wanita harus mampu menjadi seorang motivator dalam pembangunan,"ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut Yessi sangat berterima kasih kepada ketiga sosok tersebut karena dari mereka kita belajar banyak hal dan apa yang disampaikan.
"Semoga bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari- hari. Semoga bisa menginspirasi bagi perempuan-perempuan Indonesia dan perempuan-perempuan Anambas khususnya," katanya. (red)




















































