- Beredar Info Bandar Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, APH Diminta Turun Tangan
- Wali Kota Medan Minta Pengurus ICMI Muda Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat
- Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Memperdalam Pengetahuan Budaya
- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
KKP Kembangkan Penangkapan Ikan Berbasis Android

Keterangan Gambar : Warga Pulau Galang, Batam, mengakses aplikasi Laut Nusantara, belum lama ini. Foto/BENARAN.COM
KORANBATAM.COM - Laut Nusantara adalah sebuah inovasi teknologi penangkapan ikan dalam bentuk aplikasi berbasis android. Saat ini aplikasi tersebut terus dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), agar semakin besar manfaatnya bagi nelayan Indonesia.
“Hadirnya aplikasi ini ditujukan sebagai motor penggerak transformasi budaya nelayan dari mencari ikan menjadi menangkap ikan melalui pemanfaatan teknologi informasi,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/3/2021).
Ia melanjutkan, hanya dalam satu genggaman aplikasi, nelayan dapat merencanakan kegiatan penangkapan ikan dengan lebih baik, mulai menentukan secara mandiri lokasi penangkapan ikan terdekat, estimasi kebutuhan BBM, dan estimasi harga jual, dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca dan gelombang saat bekerja di laut.
“Ini mengombinasikan data-data satelit. Data-data observasi dan pemodelan kita padukan semua jadi ini real time setiap hari kita perbarui datanya. Selain ini pun kita coba mengombinasikan dengan berbagai kemudahan,” tutur Kepala Pusat Riset Kelautan BRSDM, I Nyoman Radiarta.
Saat ini terdapat pengembangan berupa fitur baru yang mampu menunjukkan tiga jenis ikan dengan nilai ekonomis tinggi, yaitu yellow fin tuna, blue fin tuna, dan tuna albakore. Sebelumnya telah ada pada aplikasi Laut Nusantara yaitu ikan lemuru, tuna mata besar dan cakalang.
“Kami dari BRSDM. Jadi aplikasi ini sudah versi kelima. Jadi kita mengombinasikan antara lokasi ikan secara nasional kemudian lokasi ikan secara spesies. Ada lemuru, ada berbagai spesies tuna serta lokasi ikan secara nasional,” kata Nyoman.
Dalam mengembangkan aplikasi ini, Balai Riset dan Observasi Laut BRSDM bersinergi dengan PT XL Axiata Tbk.
“Meskipun kita sudah kerja sama dengan XL Axiata, tapi semua platform bisa menggunakan aplikasi ini,” lanjut Nyoman.
Hingga saat ini, Laut Nusantara telah diunduh oleh 52 ribu pengguna dan disosialisasikan di 28 wilayah di Indonesia. Melalui kinerja Laut Nusantara dan inovasi pelayanan digital KKP lainnya, KKP juga telah memperoleh anugerah Keterbukaan Informasi Publik pada tahun 2020.















































