- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
- Kasus Penganiayaan di Rusun Polda Kepri Masuk Persidangan, Kuasa Hukum Tiga Tersangka Siapkan Pembelaan Maksimal
- Star Energy dan KUFPEC Gelar Pelayanan Medis Gratis bagi Warga Jemaja
- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
Kepala Disbudpar Kota Batam Temui Adik Kandung BJ Habibie
Kumpulkan Jejak Sejarah Pembangunan Batam

Keterangan Gambar : Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata (kiri), berbincang-bincang dengan Tokoh Perempuan Batam, Sri Sudarsono, Senin (14/6/2021).
KORANBATAM.COM - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menemui adik kandung Presiden ke-3 Republik Indonesia (RI), Sri Sudarsono. Kunjungan itu untuk mendalami sejarah pembangunan Kota Batam.
“Alhamdulillah tadi kita bertemu langsung dan bersilaturahmi untuk menggali sejarah pembangunan Kota Batam,” kata Ardi, Senin (14/6/2021).
Ia mengatakan, kebenaran sejarah penting dengan menampilkan bukti sejarah dan penjelasan dari tokoh sejarah. Ia mengaku, pertemuan itu seutuhnya untuk melengkapi bukti sejarah yang akan dipamerkan di Museum Batam Raja Ali Haji.
“Di museum ada perjalanan sejarah Kota Batam, dari masa kerajaan hingga masa pembangunan,” ujar Ardi.
Ia mengatakan, Sri Sudarsono yang akrap disapa eyang tersebut selain adik kandung Bapak Pembangunan Batam, BJ Habibie, juga istri dari Kepala Badan Pelaksana (Kabalak) Otorita Batam pertama, periode 1978-1988.
“Beliau sangat terbuka karena bukti sejarah ini akan didedikasikan untuk seluruh masyarakat Kota Batam,” katanya.
Untuk diketahui, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Disbudpar terus mengumpulkan bukti sejarah yang akan melengkapi tata letak di museum yang ada di Dataran Engku Putri tersebut. Hingga saat ini, banyak peninggalan tokoh terdahulu yang dipamerkan di museum.
“Kalau sudah lengkap, pengunjung baik itu mahasiswa, pelajar akan merasa lebih dekat dengan adanya bukti sejarah yang tersimpan di museum,” ujarnya mengakhiri.
















































