- Anggota DPRD Anambas Tinjau Pasien Korban Dugaan Keracunan Makanan di RSUD Palmatak
- Ungkap Kasus PMI Ilegal, Iptu Yuli Endra Terima Penghargaan Kapolresta Barelang
- Usai Konsumsi MBG, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit
- Halal Bihalal Gubernur Kepri di Anambas Larut Dalam Suasana Kebersamaan
- Kapolresta Barelang Dialog dengan Warga di Bengkong lewat Jumat Curhat
- Polsek Siantan Perkuat Sinergi dengan Awak Media
- Bupati Anambas: Pelayanan RSUD Tarempa Tipe C Jangan Muka Masam Namun Senyum dan Ramah
- Pemko Medan Dorong Inovasi Pelestarian Budaya Melayu
- Paskah, Jajaran Polsek Bengkong Lakukan Pengamanan Gereja
- Tampung Aspirasi, Polsek Bengkong Audiensi dengan Masyarakat
Kepala Disbudpar Kota Batam Temui Adik Kandung BJ Habibie
Kumpulkan Jejak Sejarah Pembangunan Batam

Keterangan Gambar : Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata (kiri), berbincang-bincang dengan Tokoh Perempuan Batam, Sri Sudarsono, Senin (14/6/2021).
KORANBATAM.COM - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menemui adik kandung Presiden ke-3 Republik Indonesia (RI), Sri Sudarsono. Kunjungan itu untuk mendalami sejarah pembangunan Kota Batam.
“Alhamdulillah tadi kita bertemu langsung dan bersilaturahmi untuk menggali sejarah pembangunan Kota Batam,” kata Ardi, Senin (14/6/2021).
Ia mengatakan, kebenaran sejarah penting dengan menampilkan bukti sejarah dan penjelasan dari tokoh sejarah. Ia mengaku, pertemuan itu seutuhnya untuk melengkapi bukti sejarah yang akan dipamerkan di Museum Batam Raja Ali Haji.
“Di museum ada perjalanan sejarah Kota Batam, dari masa kerajaan hingga masa pembangunan,” ujar Ardi.
Ia mengatakan, Sri Sudarsono yang akrap disapa eyang tersebut selain adik kandung Bapak Pembangunan Batam, BJ Habibie, juga istri dari Kepala Badan Pelaksana (Kabalak) Otorita Batam pertama, periode 1978-1988.
“Beliau sangat terbuka karena bukti sejarah ini akan didedikasikan untuk seluruh masyarakat Kota Batam,” katanya.
Untuk diketahui, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Disbudpar terus mengumpulkan bukti sejarah yang akan melengkapi tata letak di museum yang ada di Dataran Engku Putri tersebut. Hingga saat ini, banyak peninggalan tokoh terdahulu yang dipamerkan di museum.
“Kalau sudah lengkap, pengunjung baik itu mahasiswa, pelajar akan merasa lebih dekat dengan adanya bukti sejarah yang tersimpan di museum,” ujarnya mengakhiri.


















































