- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
- Polda Kepri Gelar Lomba Dayung Sampan dan Ketinting
- Penginapan RedDoorz Cikitsu Sempat Dikepung Massa Polisi Gerak Cepat
- Nekat! Warung Dekat Polsek Nongsa Dibobol Maling, 10 Tabung Elpiji 3 Kg Lenyap
Kemendagri Dukung Penuh Pulau Ngenang Pusat Batik Marlin

Keterangan Gambar : Kunjungan kerja di rumah tenun Pulau Ngenang. (Foto : istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendukung penuh pengembangan Pulau Ngenang menjadi pusat batik marlin. Sebagaimana yang selama ini digagas oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam, Marlin Agustina Rudi.
Analisis Kebijakan Utama Kementerian Dalam Negeri, Nata Irawan mengatakan bahwa, pihaknya sangat memberikan apresiasi yang tinggi karena ada kerajinan batik di Pulau Ngenang. Terlebih lagi sudah ada ciri khas batik marlin.
“Kita lihat sangat banyak potensi di sini, kalau pulau Jawa sudah biasa membuat batik, tapi kalau ada di Pulau Ngenang tentu sangat luar biasa,” ujar Nata saat melakukan kunjungan kerja di rumah tenun Pulau Ngenang, Rabu (13/1/2021).
Nata berpesan agar ke depan Pulau Ngenang bisa ditetapkan menjadi kawasan industri. Tentunya ditetapkan melalui Peraturan Walikota (Perwako) ataupun peraturan lainnya.
Pihaknya mengaku juga akan koordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta kementerian terkait lainnya.
“Untuk pengembangan Pulau Ngenang ini memang harus ada perencanaan yang matang,” katanya.
Sementara, Ketua Dekranasda Kota Batam Marlin Agustina Rudi mengatakan, Pulau Ngenang memang memiliki banyak potensi yang menarik untuk dikembangkan. Saat ini tak hanya kerajinan batik saja tapi juga sudah mengembangkan kerajinan songket.
“Terimakasih kepada masyarakat Pulau Ngenang yang sama-sama mau mengembangkan pulau ini,” kata Marlin.
Jangka panjang, Pulau Ngenang dicanangkan akan menjadi kawasan pariwisata. Sebelum pandemi Covid-19 sebenarnya banyak wisatawan yang datang, hanya saja sejak Covid-19 dibatasi karena memang tidak memungkinkan.
“Kenapa saya pilih pulau ini, karena dekat dengan Singapura dan Malaysia,” katanya.
Marlin juga mengatakan ke depan pihaknya juga akan memberikan pelatihan dan pendampingan bagi masyarakat setempat untuk membuat home stay. Sehingga jika nanti sudah normal, wisatawan bisa menginap di home stay yang dikelola masyarakat.
“Akan kita ajari bagaimana masyarakat membuat home stay yang nyaman bagi wisatawan,” jelasnya.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepal Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam Azril Apriansyah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gustian Riau, serta Camat Nongsa Arfandi.
(ril)




















































