- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
Kemenag Tatapkan Idul Fitri 1444 Hijriah Jatuh 22 April

Keterangan Gambar : Kemenag menggelar sidang isbat di Kantor Kementerian Agama. Sidang isbat digelar tertutup di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (20/4/2022).(detik.com)
MELAYUNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Syawal 1444 Hijriah atau Idul Fitri jatuh pada 22 April 2023. Hal itu ditetapkan setelah Kemenag menggelar sidang isbat di Kantor Kementerian Agama. Sidang isbat digelar tertutup di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (20/4/2022).
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas langsung memimpin sidang isbat yang dihadiri oleh pimpinan Majelis Ulama Indonesia, Komisi VIII DPR, ormas Islam, para ahli ilmu falak, BMKG, dan anggota tim hisab Kemenag.
Indonesia bersama negara ASEAN masuk dalam anggota MABIMS, telah menyepakati kriteria hilal tinggi hilal 3 derajat sudut elongasi 6,4 derajat. Berdasarkan hisab, posisi hilal di Indonesia tidak memenuhi kriteria MABIMS baru, sidang isbat secara mufakat telah menetapkan 1 Syawal 1444 H jatuh pada Sabtu 22 April 2023 Masehi," kata Menag Yaqut dilansir dari detikNews.
Menag juga berpesan agar jika ada perbedaan dalam penentuan 1 Syawal 1444 H tersebut, agar masyarakat tidak menonjolkan perbedaan. "Kita berharap umat muslim di Indonesia menaati apa yang suah diputuskan pemerintah jika ada perbedaan penetapan Idul Fitri harap dihormati," tambahnya. (red)
Sumber : detik.com

















































