- Anggota DPRD Anambas Tinjau Pasien Korban Dugaan Keracunan Makanan di RSUD Palmatak
- Ungkap Kasus PMI Ilegal, Iptu Yuli Endra Terima Penghargaan Kapolresta Barelang
- Usai Konsumsi MBG, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit
- Halal Bihalal Gubernur Kepri di Anambas Larut Dalam Suasana Kebersamaan
- Kapolresta Barelang Dialog dengan Warga di Bengkong lewat Jumat Curhat
- Polsek Siantan Perkuat Sinergi dengan Awak Media
- Bupati Anambas: Pelayanan RSUD Tarempa Tipe C Jangan Muka Masam Namun Senyum dan Ramah
- Pemko Medan Dorong Inovasi Pelestarian Budaya Melayu
- Paskah, Jajaran Polsek Bengkong Lakukan Pengamanan Gereja
- Tampung Aspirasi, Polsek Bengkong Audiensi dengan Masyarakat
Kategori Penerima Vaksin Diperluas, Pemko Batam Masifkan Langkah Capai Target Vaksinasi

Keterangan Gambar : Rakor bersama di Kantor Walikota Batam, Batam Center, Rabu (9/6/2021) siang.
KORANBATAM.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memasifkan langkah untuk mencapai target vaksinasi Covid-19. Untuk mendapatkan layanan vaksinasi gratis ini, masyarakat dapat mendatangi puskesmas terdekat atau menghubungi Pos Komando (Posko) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di wilayah masing-masing.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyebutkan bahwa, jika sebelumnya terhitung sejak Jumat (4/6/2021) pekan lalu ditargetkan 50 ribu dalam 10 hari. Kini, target tersebut semakin ditingkatkan. Hal ini seriring, keputusan rapat Pemerintah Provinsi (Pemrov) Kepulauan Riau (Kepri) dan pemerintah pusat bahwa kategori penerima vaksin diperluas.
“Penerima vaksin tidak lagi dibatasi dalam tiga kategori, seperti yang kita ketahui (tenaga kesehatan, lanjut usia dan pelayanan publik),” kata Amsakar usai rapat koordinasi (Rakor) di Kantor Walikota Batam, Batam Center, Rabu (9/6/2021) siang.
Ia menyebutkan bahwasanya Batam menargetkan 70 persen atau 600 ribu lebih warga divaksin. Selain karena alasan utama pencegahan Covid-19, capaian vaksinasi 70 persen merupakan syarat penerapan kebijakan sektor pariwisata yakni travel bubble atau gelembung koridor perjalanan.
“Sembari vaksinasi ini terus dilakukan, laporan capaian terakhir yang saya dapatkan bahwa 123 ribu warga Batam telah divaksin,” ujarnya.
Amsakar meyakini target vaksinasi di Batam akan tercapai. Bukan tanpa alasan, petugas medis Batam melalui layanan kesehatannya masing-masing sangat intens mewujudkan capaian target ini.
“Dalam sehari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) kita dapat memvaksin sekitar 250 sampai 300 orang. Di mainland (pulau utama) Batam ini ada sekitar 18 Puskesmas, itu artinya sehari bisa divaksin 4 ribu hingga 5 ribu orang,” ujarnya.
Kemampuan ini, belum termasuk vaksinasi yang diikuti paguyuban, pelaku pariwisata maupun badan usaha.
“Kalau digabung, ini bakal lebih banyak lagi,” katanya.
Mendukung vaksinasi ini, tenaga medis dan vaksinator tambahan. Pemrov Kepri bahkan akan membantu tenaga vaksinator sebanyak 70 orang. Sementara upaya lain adalah mengikutsertakan klinik kawasan di kawasan industri untuk melakukan vaksinasi terhadap pekerja.
“Selain masyarakat umum yang divaksin, tenaga kerja juga divaksin. Kami juga sedang mendata tenaga kerja di kawasan-kawasan industri. Tadi di Batamindo, 2 ribu lebih pekerja divaksin,” ujarnya.
Untuk menyukseskan vaksinasi ini, ia berharap peran semua pihak. Seperti diketahui vaksinasi merupakan salah satu ikhtiar pencegahan Covid-19 selain penerapan prokes.
Untuk diketahui, kini puskesmas di Batam sudah sangat siap melayani vaksinasi. Selain itu masyarakat juga bisa dan PPKM akan mengarahkan lebih lanjut.
“Jangan takut divaksin. Datangi Puskesmas masing-masing,” katanya.
Paginya, Amsakar bersafari meninjau langsung proses vaksinasi di sejumlah lokasi. Seperti di Kawasan Industri Batamindo, vaksinasi perkumpulan Teochew Batam, vaksinasi Gojek dan tenant hingga Hiswana Minyak dan Gas Bumi (Migas).


















































