- Beredar Info Bandar Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, APH Diminta Turun Tangan
- Wali Kota Medan Minta Pengurus ICMI Muda Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat
- Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Memperdalam Pengetahuan Budaya
- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
Jelang Bulan Puasa, Harga Ayam Potong Mulai Naik

KORANBATAM.COM, ANAMBAS - Menjelang bulan suci ramadhan sejumlah bahan pokok ikut merangkak naik, begitu juga dengan ayam potong. Saat ini harganya mencapai Rp 42 ribu perkilo membuat masyarakat semakin sedikit membelinya membuat omset para pedagang juga menurun.
Salahsatu pedagang di Pasar Tarempa, Angah mengaku omsetnya menurun sejak adanya Covid-19. Dimana pemerintah memberikan imbauan agar tidak keluar rumah sehingga omsetnya juga ikut turun.
"Sejak Covid-19 omset kita menurun sampai 50 persen bahkan kadang lebih. Apalagi ini harga ayam potong dagangan saya juga naik membuat para pembeli berpikir dua kali membeli ayam potong," kata Angah kepada media ini, Kamis (17/3/2022).
Angah menjelaskan, harga tersebut naik karena harga beli juga naik, pasaran harga ayam potong saat ini naik karena kurangnya pasokan dari pengusaha ayam potong. Dia menjual sesuai dengan harga beli dengan untung yang tipis sebab pembeli juga semakin sepi jika harga ayam naik.
"Kita jual pasti diatas modal sedikit, untung kita tidak banyak karena kalau harga naik penjualan juga sedikit secara otomatis omset kita juga menurun," ujarnya.
Salahsatu pembeli, Yuli mengaku kenaikan harga ayam potong hampir sepekan lebih. Awalnya harga pasaran hanya Rp 35 ribu sampai Rp38 ribu perkilogramnya. Namun akhir-akhir ini melonjak naik hampir setiap hari naik hal ini perlu menjadi perhatian dari pemerintah daerah apalagi menjelang bulan suci ramadhan.
"Hampir setiap hari harganya naik, dan kenaikan mulai dari lima ratus rupiah hingga seribu rupiah per kilogramnya. Kami berharap jangnlah naik lagi apalagi saat ini bulan puasa sudah dekat," ujarnya. (red)















































