- Bupati Aneng Apresiasi Program TMMD di Anambas
- Tolak Intervensi Kampus di Konflik Chapel USU, MUKI Minta Kementerian Turun Tangan
- Rumah Sakit Bertaraf Internasional Segera Hadir di Sumut, Bobby Nasution Harapkan Beri Pelayanan Maksimal
- Tanam Ganja di Balik Tembok, Pria di Tanjung Morawa Diciduk Polisi! 40 Batang Tinggi 2 Meter Disita
- Buka Kontes Burung Berkicau, Bobby Nasution Dorong Sumut Jadi Pusat Kicau Mania Nasional
- Peresmian 1.061 KMP Nasional, Bobby Nasution Sebut Koperasi Jadi Penguat Ekonomi Rakyat
- PKK Anambas Tandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip
- Kapolda Kepri Berikan Dukungan Moril kepada Jajaran di Daerah Perbatasan
- Dekranasda Pantau Perkembangan UMKM dan IKM di Tiga Desa
- Kajari Anambas Ajak Insan Pers Kolaborasi Secara Positif
Jelang Bulan Puasa, Harga Ayam Potong Mulai Naik

KORANBATAM.COM, ANAMBAS - Menjelang bulan suci ramadhan sejumlah bahan pokok ikut merangkak naik, begitu juga dengan ayam potong. Saat ini harganya mencapai Rp 42 ribu perkilo membuat masyarakat semakin sedikit membelinya membuat omset para pedagang juga menurun.
Salahsatu pedagang di Pasar Tarempa, Angah mengaku omsetnya menurun sejak adanya Covid-19. Dimana pemerintah memberikan imbauan agar tidak keluar rumah sehingga omsetnya juga ikut turun.
"Sejak Covid-19 omset kita menurun sampai 50 persen bahkan kadang lebih. Apalagi ini harga ayam potong dagangan saya juga naik membuat para pembeli berpikir dua kali membeli ayam potong," kata Angah kepada media ini, Kamis (17/3/2022).
Angah menjelaskan, harga tersebut naik karena harga beli juga naik, pasaran harga ayam potong saat ini naik karena kurangnya pasokan dari pengusaha ayam potong. Dia menjual sesuai dengan harga beli dengan untung yang tipis sebab pembeli juga semakin sepi jika harga ayam naik.
"Kita jual pasti diatas modal sedikit, untung kita tidak banyak karena kalau harga naik penjualan juga sedikit secara otomatis omset kita juga menurun," ujarnya.
Salahsatu pembeli, Yuli mengaku kenaikan harga ayam potong hampir sepekan lebih. Awalnya harga pasaran hanya Rp 35 ribu sampai Rp38 ribu perkilogramnya. Namun akhir-akhir ini melonjak naik hampir setiap hari naik hal ini perlu menjadi perhatian dari pemerintah daerah apalagi menjelang bulan suci ramadhan.
"Hampir setiap hari harganya naik, dan kenaikan mulai dari lima ratus rupiah hingga seribu rupiah per kilogramnya. Kami berharap jangnlah naik lagi apalagi saat ini bulan puasa sudah dekat," ujarnya. (red)

















































