- Begini Dampak Positif MBG yang Dirasakan Masyarakat Anambas
- Hino Faisal: Jadikan Momentum Hari Kemerdekaan untuk Merajut Persatuan dan Kebersamaan Membangun Anambas
- Pesan Ketua Tim Penggerak PKK Memaknai Kemerdekaan dengan Penuh Tanggungjawab Menjaga Persatuan
- Bupati Anambas Ajak Warga Menjaga Persatuan dan Kebersamaan
- DPRD Anambas Paripurnakan Nota Kesepakatan Perubahan KUA PPAS
- Anggota DPRD Anambas Minta Pemerintah Gerak Cepat Bantu Warga Jemaja yang Krisis Air Bersih
- Wakil Wali Kota Medan Terima Audiensi Sultan Deli, Bahas Kenduri Diraja Hingga Revitalisasi Istana Maimun
- Perkuat Sinergitas dan Keterbukaan Informasi, Lanal Tarempa Gandeng Insan Pers
- Dayang Nan Tujuh Menggetarkan Gedung Kesenian Jakarta
- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
Jalin Sinergi dengan Pemerintah Daerah, BPJS Kesehatan Gelar Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan
Program JKN-KIS di Kota Batam

Keterangan Gambar : BPJS Kesehatan gelar Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Utama Tahap I, di Ruang Rapat (Rupat) Kantor Walikota Batam, Batam Centre, belum lama ini.
KORANBATAM.COM - Dalam rangka melakukan sinergi terkait pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dengan pemerintah daerah, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melaksanakan kegiatan Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Utama Tahap I.
Kegiatan itu dilaksanakan di Ruang Rapat (Rupat) Kantor Walikota Batam, Batam Centre, belum lama ini. Dihadiri oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Batam, Iwan Adriady, menyampaikan perkembangan program JKN-KIS di Kota Batam. Salah satunya adalah jumlah kepesertaan yang per 1 Maret 2021 berjumlah 1.032.940 jiwa.
“Per 1 Maret 2021, jumlah kepesertaan di Kota Batam adalah sejumlah 1.032.940 peserta atau sekitar 89.21 persen dari jumlah penduduk kota Batam yang berjumlah 1.157.882 jiwa. Hal ini tentu tidak lepas dari dukungan dan kontribusi pemerintah daerah (Pemda). Tanpa bantuan pemerintah, kami akan kesulitan,” kata Iwan, Jumat (26/3/2021).
Iwan mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemko) Batam yang telah memberikan alokasi sebanyak 47.500 jiwa untuk peserta yang didaftarkan oleh pemerintah daerah (PD Pemda) pada tahun 2021. Ditambah lagi dukungan Pemko Batam yang turut mendaftarkan 5.978 peserta Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri Sipil (PPNPN).
“Alokasi PD Pemda sebanyak 47.500 peserta, 5.978 PPNPN yang sudah didaftarkan serta iuran PD Pemda selama tahun 2020 yang sudah dibayar lunas, dan dukungan satuan kerja (Satker) di Pemko Batam yang selalu mendukung tugas kami untuk menyelenggaran program JKN di Kota Batam,” ujar Iwan.
Sementara, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemko Batam, Yusfa Hendri, mengatakan bahwa, kedepannya Pemko Batam dan BPJS Kesehatan akan lebih fokus kepada masyarakat kota Batam yang belum dijamin oleh program JKN-KIS. Ia berharap seluruh penduduk kota Batam dapat dilindung oleh program JKN-KIS.
“Selanjutnya kita harus fokus kepada masyarakat yang belum dijamin oleh program JKN. Kita harus cari tahu berada di segmen apa 124.942 penduduk yang belum terdaftar itu. Kita harus berusaha mempertahankan peserta kita, kalau bisa meningkat terus setiap tahun,” kata Yusfa.
Ia berharap BPJS Kesehatan dan satker terkait dapat mengoptimalkan kuota PD Pemda untuk dimanfaatkan oleh penduduk yang belum terdaftar.
“Jangan sampai nanti ada penduduk kita yang tidak bisa bayar biaya di rumah sakit, sementara kuota PD Pemda masih ada. Kita harus terus mengolah sistem kita agar kedepan pendataan peserta semakin baik,” katanya mengakhiri.
(ilham)

















































